LombokPost - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) merencanakan pabrik pengolahan porang yang ada di Kecamatan Pringgabaya segera beroperasi.
Bahkan Pemkab Lotim telah menetapkan jadwal peresmian pada tanggal 5 Juni mendatang.
Ini sebagai bentuk pengembangan dunia industri di Lotim.
"Porang merupakan jenis umbi-umbian yang tepungnya sangat diminati baik dalam maupun di luar negeri," terang Bupati Lotim H Haerul Warisin saat menggelar rapat koordinasi dukungan porang, Selasa (27/5).
Pertemuan dengan OPD terkait, petani vendor-vendor dan pengusaha porang di Lotim ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan dan mendukung kelancaran proses produksi.
Maupun pemenuhan bahan baku, menjelang beroperasinya sentra industri kecil menengah (IKM) Porang tersebut.
Baca Juga: Pabrik Porang Segera Beroperasi di Lombok Timur, Diharapkan Jadi Daya Tarik Petani
Kata dia, tepung porang sangat diminati dan memiliki potensi besar.
Untuk itu petani dan pengusaha porang di Lotim diharapkan dapat mengambil peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar, baik dalam negeri maupun ekspor.
"Kesempatan ini harus kita manfaatkan. Terutama oleh petani-petani dan pengusaha porang kita di Lotim," katanya.
Baca Juga: Unram-UNW Berikan Pembinaan Kelompok Tani Desa Batu Rakit Kembangkan Porang
Diakui melihat pabrik yang cukup besar, membutuhkan bahan baku yang cukup banyak.
Kebutuhan bahan baku porang diperkirakan mencapai 80 kilo gram (KG) per hari.
Sementara lahan porang masih terbatas. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak terkait.
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku porang ini, tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari dalam Lotim saja.
Namun butuh dukungan dari luar.
Sehingga Pemkab Lotim mencoba menjalin komunikasi dengan seluruh kabupaten/kota penghasil porang di NTB.
"Tapi harus kita intervensi lagi, kalau kebutuhan per-hari tidak cukup, harus komunikasi dengan Pulau Jawa. Pengusaha harus bergerak dan mulai intervensi keluar. Karena ini sangat menjanjikan," ujarnya .
Disebutkan, umbi porang yang sudah diproses akan menjadi tepung dan tepung tersebut bisa langsung di ekspor dan diolah menjadi berbagai macam jenis makanan.
Diharapkan dinas terkait untuk terus membina para pengusaha porang.
Terutama memberikan perhatian penuh, berupa penyiapan bibit tanaman Porang, agar hasil yang diperoleh bisa unggul dan banyak.
Keberadaan pabrik porang di Pringgabaya itu, dinilai belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Sehingga banyak petani Porang yang tidak bisa memasarkan porang yang mereka miliki.
“Harus diviralkan, agar orang tahu di Lotim ini ada pabrik besar, sehingga mereka yang punya porang punya tempat pemasarannya. Kita sebagai pemerintah harus tahu apa yang dibutuhkan, sehingga ke depan tidak menjadi pabrik yang mangkrak,” tegasnya. (par)
Editor : Kimda Farida