Lombok Post-Alat berat salah satu tambang galian C yang beroperasi di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur dibakar warga.
Pembakaran ini diduga karena masyarakat geram dengan aktivitas galian C kembali membuang limbah sembarangan dan mencemari air sungai.
"Iya betul, kejadiannya pada Sabtu malam (7/6). Kebetulan saat kejadian saya juga sedang di luar Desa Korleko," terang Saparwadi, salah seorang perangkat Desa Korleko saat dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (8/6).
Pembakaran alat berat itu karena masyarakat geram dengan aktivitas tambang di wilayah Kalijaga Timur, yang diduga membuang limbah langsung ke aliran sungai, dan mengakibatkan air sungai menjadi keruh dan berminyak karena tercemar limbah tambang.
Diakui, tambang yang berada di Desa Kalijaga Timur, berapa kali tertangkap basah oleh warga saat membuang limbah langsung ke sungai dan mengalihkan air sungai ke dalam tambang.
Masyarakat juga telah meminta pemilik tambang untuk tidak membuang limbah ke sungai.
"Masalah pencemar sungai oleh limbah tambang ini tetap terjadi, itu yang membuat masyarakat geram. Karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD) semakin tinggi. Jadi itu yang menyebabkan tambang ini semakin leluasa," imbuhnya.
Disebut, saat tertangkap basah oleh warga, penjaga tambang memberikan jaminan, jika kedapatan lagi membuang limbah, mereka siap menerima resiko, berupa pembakaran bascamp atau alat berat.
Hal itu diduga membuat masyarakat nekat melakukan pembakaran alat berat.
Sementara, berdasarkan informasi yang didapatkan, masyarakat yang turun ke lokasi pembakaran datang dari desa, Yani Desa Korleko, Korleko selatan dan Kalijaga Timur.
"Bahkan kami sudah buat tim untuk turun mengecek lokasi tambang setiap seminggu bahkan setiap hari. Dan beberapa kali kami temukan limbah dibuang ke sungai. Dan mereka juga berjanji untuk tidak membuang ke sungai dan siap menerima resiko itu," katanya.
Baca Juga: 4 Tambang Nikel di Raja Ampat Disegel KLHK: Upaya Lindungi Ekosistem Pesisir dan Pulau Kecil
Jumlah tambang galian C yang beroperasi di Desa Kalijaga Timur sebanyak enam tambang.
Selain itu, beberapa tambang yang berada di Korleko Selatan, juga kerap ditemukan membuang limbahnya secara sembarangan dan masuk ke areal perkebunan dan pertanian warga.
Selain membuang limbah sembarangan, tambang-tambang tersebut juga beroperasi melebihi waktu yang ditentukan.
Bahkan beberapa tambang di wilayah Korleko Selatan beroperasi 24 jam.
"Sampai hari ini limbah itu tetap masuk ke perkebunan dan persawahan warga, apalagi tambang di wilayah Korleko Selatan beroperasi 24 jam. Masalah tambang ini terus terjadi dan tidak pernah ada penyelesaian, walaupun beberapa kali ada mediasi dan aksi yang dilakukan warga," tutupnya.
Sementara itu Kades Kalijaga Timur, Hiswaton membenarkan kejadian pembakaran alat berat dan satu buah gazebo milik salah satu tambang galian C yang beroperasi di Kalijaga Timur.
Namun pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab pembakaran tersebut dan asal warga yang melakukan pembakaran.
"Saya hanya dapat laporan saja dari masyarakat, kalau ada massa yang membakar satu alat berat dan satu buah gazebo," singkatnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lotim AKP Nicolas Osman saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Pembakaran itu diduga karena masyarakat geram akibat limbah yang dibuang secara sembarangan.
Pemilik tambang dan alat berat telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lotim.
"Sudah dilaporkan oleh yang punya alat berat dan yang punya lokasi tambang galian c ke polres kemarin siang Sabtu (7/6)," tutupnya. (par).
Editor : Kimda Farida