Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Alami Kegawatan Janin, Dua Pasien Asal Sulsel Dirujuk Ke RSUD dr Soedjono Selong

Supardi/Bapak Qila • Senin, 16 Juni 2025 | 12:25 WIB

 

Dua orang tenaga kesehatan RSUD dr Soedjono Selong saat mendampingi salah satu pasien yang dirujuk dari puskesmas kepulauan Pangkep Sulawesi Selatan, Minggu (15/6).
Dua orang tenaga kesehatan RSUD dr Soedjono Selong saat mendampingi salah satu pasien yang dirujuk dari puskesmas kepulauan Pangkep Sulawesi Selatan, Minggu (15/6).

LombokPost-Dua orang ibu hamil asal Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedjono Selong, Sabtu (14/6).

Satu orang pasien dirujuk karena mengalami kegawatan janin. 

“Pasien ini rujukan dari Puskesmas Liukang Tangaya, Pulau Sapuka, Kabupaten Pangkajene, Sulsel. Pasien ini kami terima di IGD RSUD dr Soedjono Selong sekitar pukul jam 10.00 Wita, yang diantar oleh ambulans relawan dari Pelabuhan Kayangan,” terang Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr R Soedjono Selong H Bardan, Minggu (15/6).

Pasien tersebut dirujuk dan diantarkan oleh dua orang tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat dan bidan dari daerah asalnya.

Setelah tiba di IGD RSUD Selong, petugas kesehatan langsung memberikan pertolongan dan melakukan pemeriksaan.

Pasien diketahui baru hamil pertama dan umur kandungan sudah 23-24 Minggu. 

 Baca Juga: Terus Tingkatkan Pelayanan, RSUD Selong Bersiap Jadi RS Rujukan Regional

“Pasien ini dirujuk karena saat itu pasien mengalami kegawatan janin. Dan saat darurat satu-satunya kapal hanya tujuan Lombok, Pelabuhan Kayangan, makanya langsung di bawa ke RSUD Soedjono Selong” imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan USG, kondisi janin tidak ditemukan adanya denyutan jantung janin (DJJ), atau kondisi janin telah dinyatakan meninggal.

Namun janin tersebut berhasil dikeluarkan secara normal tanpa operasi.

Diperkirakan, janin pasien meninggal karena telat mendapatkan perawatan, mengingat jarak tempuh yang memakan waktu cukup lama dari Pangkep ke RSUD Soedjono Selong hingga 24 jam.

Terlebih kondisi pasien saat dirujuk mengalami kegawatan janin.

“Setalah di USG oleh dokter kami, DJJ memang sudah tidak ada. Makanya setelah pemeriksaan langsung disampaikan kepada pasien bahwa janin sudah meninggal di dalam rahim. Dan bayinya lahir tadi malam (14/5) pukul 23.55 Wita,” imbuhnya.

Diakui, pihak RSUD dr Soedjono Selong sebelumnya tidak mengetahui adanya pasien yang dirujuk dari Sulsel.

Mengingat sebelumnya tidak ada komunikasi antara pihak Puskesmas Liukang Tangaya dengan RSUD dr Soedjono.

“Biasanya kan ada komunikasi dulu dengan pihak puskesmas atau rumah sakit, tapi mungkin karena kita beda provinsi dan tidak tahu nomor kontak jadi kami tidak ada komunikasi, tiba-tiba saja kami langsung dapat informasi dari pelabuhan dan langsung berikan perawatan,” ungkapnya.

Pasien yang dirujuk dari Kepulauan Pangkep tidak hanya satu.

Di hari yang sama terdapat dua pasien yang telah dirujuk ke RSUD Soedjono Selong, yakni atas nama Jawariah dan Putri Petrisia yang sama-sama pasien ibu hamil.

“Ada dua pasiennya, pasien pertama atas nama Jawariah, tapi kalau dia sempat di rawat dulu di Puskesmas Labuhan Lombok, baru di bawa langsung ke RSUD Soedjono Selong, Kalau yang Putri ini langsung dibawa ke RSUD,” katanya.

Untuk pasien Jawariah sendiri saat ini kondisinya sudah membaik, pun dengan kondisi bayinya selamat.

Sementara pasien atas nama Putri Petrisia, bayinya tidak tertolong. 

Kedua pasien saat ini dalam keadaan sehat dan direncanakan jika tidak ada kendala akan pulang hari ini.

Lebih jauh H Bardan menyampaikan, RSUD dr Soedjono Selong beberapa kali kedatangan pasien dari Kepulauan Pangkep.

Hal ini dikarenakan jarak tempuh dari Kepulauan Pangkep ke Makassar cukup jauh, sehingga banyak yang memilih ke Lombok.

Pada tahun 2023 lalu, Pemkab Lotim dengan Pemkab Pangkajene juga telah melakukan MOU terkait pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan.

“Makanya setiap pasien yang dirujuk dari sana kita siap fasilitasi dan berikan pelayanan terbaik. Selain itu Ini juga merupakan misi kemanusiaan,” pungkasnya. 

 Baca Juga: Angkut Pasien dari Sekotong ke RSUD Tripat Gerung, Ambulans Tak Layak Pakai Mogok

Putri Petrisia menceritakan ia berangkat hari Jumat dan tiba di Pelabuhan Kayangan Sabtu, kemudian langsung di bawa ke RSUD dr Soedjono Selong.

Saat masih di Puskesmas Pangkep kondisi janinnya sudah dinyatakan lemah.

“Saat di Puskesmas janinnya sudah lemah, dan pas di periksa sama perawat di kapal DJJnya memang sudah tidak terdeteksi,” bebernya.

Kata dia, jarak antara Puskesmas Pangkep dengan rumah sakit di Makassar dan RSUD Selong samasama membutuhkan waktu 24 jam.

Sehingga saat kapal yang ada di kepulauan hanya ada satu dengan tujuan Pelabuhan Kayangan, ia memilih ke Selong.

Meski anak pertamanya tidak bisa terselamatkan, ia mengaku ikhlas dan menrimanya sebaaga musibah.

Dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Lotim, RSUD Selong, terutama para petugas dari Puskesmas dan RSUD dr Soedjono Selong yang telah merawat dengan baik, Meski pun berasal dari Provinsi berbeda.

“Ini pertama kali ke Lombok, petugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Begitu sampai, kami semua juga langsung diberikan makan. Kami datang berlima. Saya, suami dua perawat, bidan dan teman dari Sulawesi yang punya keluarga di Lombok,” pungkasnya. (par)

Editor : Kimda Farida
#RSUD Selong #Lotim #rujuk bumil RSUD