LombokPost – Kisah inspiratif datang dari Agam Rinjani yang viral terlibat dalam evakuasi Juliana Marins pendaki jatuh di tebing Gunung Rinjani akhir Juni lalu.
Agam Rinjani seorang pemuda asal Makassar yang kini mantap menetap di Sembalun, Lombok Timur, mengukir jejak sebagai guide profesional di Gunung Rinjani.
Perjalanan Agam berawal dari nol, bermodalkan tekad dan jaringan pertemanan yang kuat dari keluarga besar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di berbagai kampus Indonesia termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Agam, yang memiliki nama panggilan sesuai dengan gunung ikonik tersebut, tiba di Lombok usai lulus salah satu kampus di Makassar.
Dengan tujuan merantau dan mencari penghidupan baru dimana dirinya yang sangat mencintai alam bebas seperti gunung.
Berbekal tahun 2011 pernah sekali mendaki Gunung Rinjani saat masih menjadi mahasiswa jurusan Antropologi di Universitas Hasanuddin Makassar, Agam Rinjani langsung jatuh hati dengan Gunung Rinjani.
Ia memulai kariernya di Gunung Rinjani sebagai seorang porter.
"Awalnya saya senang dengan Gunung Rinjani dan ada teman yang minta didampingi ke Gunung Rinjani langsung OK yang menjadi pendakian kedua saya ke Gunung Rinjani,” tuturnya.
Kebetulan Agam Rinjani juga ada kenalan dari teman-teman Mapala di kampus-kampus Se-Indonesia juga ada Mapala di sini (NTB).
”Awalnya diminta kembangkan lahan warga sekitar di Sembalun, setelah berkembang terus ke lainnya hingga ada kenalan Mapala punya lahan minta dikelola. Dari sana saya mulai kenal beberapa orang dan ditawari jadi porter," ungkap Agam Rinjani.
Sebagai porter, Agam Rinjani banyak belajar tentang seluk-beluk Gunung Rinjani.
Ia mengamati cara kerja para guide, memahami karakteristik jalur pendakian, serta mempelajari flora dan fauna endemik yang ada.
Setiap perjalanan mendaki adalah pelajaran berharga baginya.
"Jadi porter itu tidak hanya soal mengangkut barang, tapi juga belajar banyak hal tentang survival, navigasi, dan melayani pendaki," tambahnya.
Berkat ketekunan dan kemampuannya beradaptasi, Agam Rinjani dengan cepat membangun reputasi di kalangan pendaki dan sesama pelaku wisata.
Ia dikenal sebagai porter yang ulet, ramah, dan bertanggung jawab. Jaringan pertemanannya di kalangan Mapala NTB juga turut membantu dalam memperluas koneksinya di industri pariwisata Rinjani.
Kini, Agam Rinjani telah naik level. Ia bukan lagi sekadar porter, melainkan seorang guide yang sangat dicari.
Dengan kemampuan yang dimiliki dan sebentar lagi juga akan diberikan Sertifikat Rescue Internasional difasilitasi Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Agam Rinjani siap memandu para pendaki dari berbagai penjuru dunia untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani.
”Saya berharap kedepan pengelolaan Gunung Rinjani terus membaik,” terangnya.
Agam Rinjani sangat bersyukur bisa sampai di titik ini. Sembalun sudah seperti rumah kedua bagi dirinya.
”Semoga saya bisa terus berkontribusi untuk pariwisata Rinjani dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pendaki," pungkas Agam Rinjani dengan senyum optimis.
Kisah Agam Rinjani adalah bukti nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan dari lingkungan yang positif, impian bisa menjadi kenyataan, bahkan di kaki gunung yang menjulang tinggi. (nur)
Editor : Siti Aeny Maryam