LombokPost - Dinas Dukcapil Lombok Timur (Lotim) terus mempercepat penerbitan KTP dan KIA bagi masyarakat. Beragam program diterapkan, termasuk pelayanan keliling dan jemput bola untuk warga yang kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan.
“Kami berkoordinasi dan menjalin kerja sama dengan sekolah dan UPT di kecamatan untuk mengejar target ini,” kata Plt Kabid Pendaftaran Penduduk Dukcapil Lotim Maad Adnan, Kemarin.
Ia mengakui, program tersebut sudah menunjukkan hasil positif. Capaian pembuatan KIA telah mencapai 46 persen dari target 62 persen. Ia optimistis target itu bisa tercapai dengan dukungan tanda tangan elektronik (TTE) Kepala Dinas yang mempercepat proses penerbitan.
Sementara untuk pelayanan KTP, Dukcapil Lotim berupaya melayani semua lapisan masyarakat, termasuk warga yang baru berusia 17 tahun. Masyarakat bisa mengakses layanan KTP di 21 UPT yang tersedia. Selain itu, Dukcapil menyiapkan pelayanan keliling bagi warga yang tidak bisa menjangkau UPT.
“Program keliling ini untuk masyarakat yang tidak bisa datang, mungkin karena sakit parah, orang tua, ODGJ, dan kendala lainnya,” ujarnya.
Ketersediaan blangko KTP di Lotim dipastikan aman. Saat ini tersedia sekitar 8.000 keping. Jika stok menipis, pihaknya akan meminta tambahan ke pusat sebanyak 8.000 hingga 12.000 keping.
“Pendistribusian blangko dan pencetakan KTP dilakukan bertahap di 21 UPT untuk menjaga ritme dan kelancaran pelayanan,” katanya.
Hingga saat ini, penduduk Lotim yang sudah memiliki KTP tercatat 100 persen. Stok blangko diprioritaskan untuk pembuatan KTP baru, penggantian KTP hilang, atau KTP rusak.
Pihaknya juga memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, masyarakat sakit, dan ODGJ.
“Sepanjang 2025 ini, sebanyak 362 orang sudah kami layani melalui program jemput bola di seluruh kecamatan,” tutupnya.
Sekdis Dukcapil Lotim Arfany Muammar Masani menambahkan, selain percepatan perekaman KTP dan pembuatan KIA, pihaknya tengah melakukan pemutakhiran data penduduk. Langkah ini untuk memperbarui data yang masih belum terlaporkan.
“Kami diminta melakukan pemutakhiran data penduduk. Salah satu fokusnya menyelesaikan data penduduk yang belum dilaporkan seperti warga yang sudah meninggal dunia,” terang Arfany.
Pemutakhiran data menjadi salah satu prioritas Pemkab Lotim, bahkan pemerintah pusat. Data yang tidak akurat berdampak pada berbagai program pemerintah.
Ia mengakui, masih banyak data penduduk Lotim yang belum terbarui. Pihaknya siap melakukan perubahan setelah menerima laporan dari masyarakat atau instansi terkait. (par/r7)
Editor : Pujo Nugroho