Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lotim Bidik Dua Event Masuk KEN

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 25 Juli 2025 | 19:34 WIB
Sejumlah ibu-ibu asal Desa Pengadangan saat melakukan pawai seribu dulang pada acara Festival Muharam.
Sejumlah ibu-ibu asal Desa Pengadangan saat melakukan pawai seribu dulang pada acara Festival Muharam.

LombokPost-Lombok Timur (Lotim) kembali bersiap menembus Karisma Event Nusantara (KEN). Tahun ini, dua event budaya ditargetkan menyusul jejak Alunan Budaya Pringgasela yang lebih dulu tercatat dalam daftar nasional.

“Salah satu syarat untuk bisa masuk KEN harus ada bantuan anggaran dari APBD, sekitar Rp 100 juta,” terang Kepala Dispar Lotim Widayat, Kemarin.

Widayat mengatakan, saat ini terdapat tiga event besar di NTB yang sudah masuk KEN, salah satunya Alunan Budaya Pringgasela. Jumlah event yang masuk KEN ditargetkan bertambah, apalagi, Lotim memiliki banyak event budaya menarik dan potensial.

Sepanjang Juli ini saja, tercatat ada 23 event budaya yang digelar di Lombok Timur. Beberapa di antaranya adalah Bejango Desa, Balap Sampan, Nyalamaq Dilauk, Ngayu-Ayu, dan sejumlah event budaya lainnya.

“Kita punya banyak sekali event yang bagus. Masyarakat sekarang mulai menggeliat membuat event. Tapi saat ini baru Pringgasela yang masuk KEN,” katanya.

Dispar, lanjut Widayat, berencana mengajukan lima event besar untuk seleksi KEN. Kelima event tersebut yaitu Dongdala Pringgasela Selatan, Festival Masbagik, Festival Seribu Dulang, Festival Tenun Lotim, serta satu festival baru di Kecamatan Sembalun, yaitu Festival Merindu.

Dari lima event itu, ditargetkan minimal dua bisa lolos masuk KEN. Semakin banyak event, kata dia, akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Event-event ini sangat berdampak terhadap perekonomian, termasuk terhadap pajak hotel. Seperti di Ekas, saat ini tingkat kunjungan wisatawan sangat tinggi. Bahkan rata-rata tamu menginap minimal enam hari,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengakui, menyelenggarakan festival tidak mudah, apalagi di tengah keterbatasan. Karena itu, ia mengapresiasi panitia penyelenggara festival di Lombok Timur.

“Menyelenggarakan festival tidak gampang, apalagi di tengah segala keterbatasan, dan tidak akan bisa terlaksana tanpa adanya semangat,” ungkap Bupati Iron saat membuka Festival Teluk Kayangan belum lama ini.

Menurutnya, festival tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi potensi daerah, tetapi juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di desa. (par/r7)

Editor : Siti Aeny Maryam
#event #budaya #KEN #Lotim #Lombok Timur