"Sebelumnya ada empat pos yang kita punya. Tapi kemarin bulan Agustus kita buka pos baru di Kecamatan Sembalun. Jadi totalnya lima sekarang," terang Kepala Damkarmat Lotim Abadi, Jumat (3/10).
Ia mengakui, jika melihat jumlah kecamatan di Lotim, keberadaan pos masih jauh dari ideal. Seharusnya satu kecamatan memiliki satu pos pemadam. Karena itu pihaknya berupaya memaksimalkan potensi yang ada.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat untuk meminta penambahan unit pemadam kebakaran di Lotim, agar penanganan bisa lebih cepat dan maksimal.
"Untuk armada, pak bupati sudah bilang akan ada penambahan armada baru. Mudah-mudahan ini semakin memaksimalkan tugas Damkarmat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Lotim Jumadil menyampaikan, berdasarkan standar operasional prosedur pemadam, petugas maksimal 15 menit setelah menerima laporan harus tiba di lokasi kejadian.
"Guna mempercepat penanganan, saat ini telah tersedia lima pos pemadam yang ditempatkan di Kecamatan Terara, Keruak, Pringgabaya, Sambelia, dan Sembalun," terangnya.
Jumlah ini diakui masih terbatas. Selain itu, kendala lain adalah keterbatasan sarana dan prasarana, termasuk alat pelindung diri (APD) petugas, karena banyak yang sudah rusak.
Mobil pemadam kebakaran sebagian besar juga telah berusia lebih dari 10 tahun. Padahal idealnya setiap tahun harus ada peremajaan agar penanganan kebakaran bisa lebih maksimal.
"APD yang ada saat ini sebagian besar dalam kondisi rusak, padahal alat ini sangat penting demi keselamatan petugas di lapangan," katanya.
Berdasarkan data Damkarmat, sejak Januari hingga September 2025 tercatat 92 kasus kebakaran di Lotim. Dari jumlah tersebut, kebakaran rumah menjadi yang tertinggi dengan 29 kasus, disusul kebakaran oven tembakau sebanyak 14 kasus, serta kebakaran lahan dan kebakaran elpiji. (par/r7)
Editor : Siti Aeny Maryam