Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Garuda Batal Dibangun di Kebun Raya Lemor

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:00 WIB

 

Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin.
Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin.

Lombokpost-Pemkab Lombok Timur memutuskan memindahkan lokasi pembangunan SMA Unggulan Garuda Nusantara dari Kebun Raya Lemor Kecamatan Suela ke lahan milik Pemprov NTB di Menanga Baris, Kecamatan Pringgabaya. Langkah ini diambil setelah muncul penolakan keras dari masyarakat.

“Lahan kita di Lemor itu memang dari awal dihajatkan sebagai kebun raya, kemudian di lahan itu juga banyak sumber mata air,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Rabu (8/10).

Di lokasi baru, lahan yang disiapkan seluas 20 hektare dari 30 hektare yang diajukan Pemkab Lotim. Peralihan lokasi ini juga telah dilaporkan ke pemerintah pusat.

Haerul Warisin yang akrab disapa Haji Iron mengapresiasi masukan masyarakat terkait rencana pembangunan di Lemor.

“Saya sangat menghargai dan mengapresiasi masukan dari masyarakat kita yang telah memberikan masukan. Karena memang di sana (Lemor) sumber mata air masyarakat. Makanya saya berusaha untuk meminta lahan kepada Pemprov dan Alhamdulillah dikasih,” jelasnya.

Dengan perubahan lokasi ini, pembangunan yang sebelumnya dijadwalkan tahun ini ditunda hingga 2026. Namun, ia berharap proyek tersebut dapat segera terealisasi.

Ia menegaskan, keberadaan sekolah Garuda di Lotim adalah harga mati. Dari sisi jumlah penduduk, angka kemiskinan, hingga potensi sumber daya manusia, Lotim termasuk yang terbanyak di NTB. Karena itu, ia ingin siswa berprestasi di Lotim memiliki kesempatan bersekolah di SMA Garuda dengan biaya dari pemerintah.

“Sekolah ini akan menjadi sekolah unggulan, nanti siswa-siswi akan dibiayai pemerintah, mungkin juga untuk S1 dan S2-nya,” ungkapnya.

Ia memastikan, setelah pemindahan lokasi, tidak ada lagi penolakan dari masyarakat. Sebab lahan yang digunakan kini bukan aset Pemkab Lotim, melainkan milik Pemprov NTB.

Sebelumnya, Azhar Pawadi, perwakilan mahasiswa dari Aliansi Gumi Patuh Karya, menolak keras rencana pembangunan sekolah tersebut di kawasan Kebun Raya Lemor. Ia menilai pembangunan itu berpotensi merusak ekosistem dan mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.

“Kami tetap menolak pembangunan sekolah ini di kawasan Kebun Raya Lemor. Apapun skema yang ditawarkan kami tetap menolaknya, karena ini akan berdampak negatif kepada lingkungan dan masyarakat,” tegasnya saat audiensi bersama Komisi IV DPRD Lotim, belum lama ini.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Sekolah Garuda #Sekolah Rakyat #Lotim