Lombokpost-Masyarakat Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, menggelar gawe adat selametan otak reban, yang berlangsung di Balai Sangkep Otak Reban. Gawe adat ini menjadi simbol kesyukur dan komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya air.
“Melalui gawe adat ini sekligus membuktikan kekompakan masyarakat lintas generasi,’’ terang wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya, Kamis (9/10).
Ia sangat mengapresiasi atas terlaksananya adat yang telah berlangsung selama tiga generasi dan yang merupakan ke-180 kali. Menurutnya Ini adalah sebuah pencapaian yang hanya terwujud berkat kekompakan dan persatuan yang kuat antara masyarakat di lima desa. yakni Labuan Pandan, Sambelia, Bagik Manis, Sugian, dan Dadap.
Baca Juga: Pemdes Kesik Lotim Kembali Gelar Gawe Adat Nunas Nede
Dia mengingatkan dua isu utama yang penting untuk dijaga, yaitu kelestarian sumber daya air dan penanganan sampah. Sumber daya air sepenuhnya adalah tanggung jawab bersama.
“Tugas kita adalah menjaga kelestarian sumber daya air itu," ujarnya.
Sementara terkait sampah, Wabup berharap optimasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dapat segera dilakukan, terutama untuk menangani volume sampah dari kawasan Sembalun yang mulai mengganggu sektor pertanian dan dibuang ke TPA Ijo Balit.
Baca Juga: Ada Gawe Adat Menyunat di KLU
Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk merefleksikan diri dan menggunakan kesempatan tersebut sebagai sarana silaturahmi, agar persatuan masyarakat tetap terjaga. tradisi ini diharapkan dapat terus dilakukan oleh generasi selanjutnya.
Kepala Desa Sambelia sekaligus Ketua Adat Muhammad Kahar, kegiatan ini merupakan paduan antara gawe adat dan nilai agama, serta diisi dengan kegiatan nyata pelestarian lingkungan.
“Selametan Otak Reban adalah budaya adat yang telah dilakukan sejak ratusan tahun sebagai bagian dari upaya pelestarian sumber air, mengingat masyarakat Sambelia dan sekitarnya sangat bergantung pada sumber air,’ tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam