Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Akses Nelayan ke Pantai Tertutup Tambak Udang, Nelayan Suryawangi Ngadu Ke DPRD Lotim

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:26 WIB

Puluhan masyarakat dan pemuda saat melakukan hearing di kantor DPRD Lotim untuk menuntut pihak tambak udang membuatkan akses ke pantai dan pembuatan tempat parkir perahu nelayan, Senin (13/10)
Puluhan masyarakat dan pemuda saat melakukan hearing di kantor DPRD Lotim untuk menuntut pihak tambak udang membuatkan akses ke pantai dan pembuatan tempat parkir perahu nelayan, Senin (13/10)
 

Lombokpost-Puluhan nelayan dan masyarakat Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur (Lotim). Mereka menuntut agar akses menuju pantai yang tertutup akibat pembangunan tambak udang di Pantai Suryawangi dibuka kembali.

"Dulu sebelum adanya tambak udang di sana (Suryawangi), jalanannya besar bahkan bisa dilalui mobil. Tapi setelah adanya tambak, jalan itu sekarang sudah tidak ada," terang Koordinator Hearing Yandis, Senin (13/10).

Selain akses jalan, masalah yang dinilai paling mendesak menurutnya adalah lahan parkir perahu nelayan yang kini sudah tidak tersedia akibat pembangunan tambak.

Puluhan perahu milik nelayan saat ini hanya bisa diparkir sementara di lahan milik warga. Lokasi itu dinilai berbahaya karena berada di bawah pohon kelapa yang rimbun dan rawan abrasi.

"Kalau ada yang panen kelapa, perahu nelayan bisa rusak tertimpa buah kelapa. Belum lagi lahan itu juga sering abrasi. Makanya nelayan setiap jam 02.00 dini hari akan keluar melihat perahu mereka apakah masih ada atau tidak karena takut terbawa arus," katanya.

Ia mengakui, tambak udang di Suryawangi secara perizinan sudah lengkap. Namun, menurutnya, persoalan ini bukan soal izin, melainkan hak nelayan yang diambil pihak tambak, baik akses ke pantai maupun lahan parkir perahu.

Selain itu, ia meminta agar pihak tambak memberikan kontribusi berupa CSR kepada masyarakat sekitar, khususnya para nelayan, sebagai bentuk kompensasi atas hak yang diambil.

"Dampak tambak ini cukup banyak, belum lagi limbah yang dibuang ke laut. Itu pasti ada, dan tentu sangat merugikan masyarakat. Untuk itu kami berharap semua pihak segera mengatasi masalah ini, karena sudah lama terjadi," tutupnya.

Sementara itu, pemilik PT Anugrah Sukses yang mengelola tambak udang di Suryawangi, Riadi mengatakan, masalah lahan dan jalan sebelumnya sudah ditindaklanjuti dengan upaya pembelian lahan pengganti. Namun, pemilik lahan selama ini belum bersedia menjual lahannya untuk dijadikan tempat parkir maupun jalan umum.

"Memang proses pembelian lahan itu cukup alot. Kami sudah minta bantuan kepala dusun untuk meminta agar pemilik lahan mau menjual lahan itu untuk digunakan masyarakat umum. Dan alhamdulillah tadi malam sudah jadi, kita sudah belikan lahan," katanya.

Ia menambahkan, berlarutnya masalah ini terjadi karena harga yang ditawarkan pemilik lahan dinilai terlalu mahal. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membuat jalan dan tempat parkir perahu nelayan.

Pihaknya juga membantah tudingan bahwa akses nelayan ditutup oleh perusahaan. Menurutnya, jalan menuju pantai masih bisa dilalui nelayan, dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor.

"CSR tetap kami salurkan kepada masyarakat sekitar. Termasuk pembelian lahan parkir perahu ini kami gunakan CSR untuk membelinya," tutupnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Jalan #suryawangi #Lotim #tambak udang #perahu