Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Program Upland Fokus Pada Pengembangan Benih Bawang Putih di Sembalun

Supardi/Bapak Qila • Jumat, 17 Oktober 2025 | 19:42 WIB
Salah seorang petani bawang putih di Kecamatan Sembalun saat melihat kondisi bawang putih yang sedang dijemur
Salah seorang petani bawang putih di Kecamatan Sembalun saat melihat kondisi bawang putih yang sedang dijemur

LombokPost - Program Upland bawang putih dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun ini hanya fokus pada pengembangan benih bawang putih. Kegiatan tersebut hanya dilakukan di satu kecamatan, yakni Kecamatan Sembalun.

"Dulu di tiga kecamatan, Sembalun, Wanasaba, dan Suela. Dua kecamatan itu tetap menjadi pelaksana Upland, tapi untuk infrastruktur, biogas, dan lainnya. Kalau pengembangan bawang putih hanya di Sembalun," terang Kepala Dinas Pertanian Lotim Lalu Fathul Kasturi, Kamis (16/10).

Dalam program Upland, petani mendapatkan sejumlah bantuan, dari benih sebanyak tujuh kuintal per hektare, mulsa, pupuk, dan pestisida. Kecamatan Sembalun ditargetkan menjadi pusat pengembangan benih bawang putih di Indonesia.

Kata dia, berdasarkan hasil evaluasi selama lima tahun, program ini dinilai berhasil dan berdampak signifikan bagi petani. Hasil produksi bawang putih di Sembalun mencapai 20 ton per hektare.

"Hasil produksi benih tahun ini akan kembali dijadikan benih tahun depan, begitu seterusnya," tutupnya.

Sementara itu, petani bawang putih asal Desa Sajang Hidmatul Arif berharap program ini dievaluasi kembali. Ia menilai di wilayah Sembalun tidak bisa dilakukan penanaman secara serentak meski masih satu kawasan, karena beberapa lokasi penanaman bergantung pada curah hujan.

"Ada beberapa desa yang biasanya melakukan penanaman di akhir tahun, sementara kami di Desa Sajang harus menanam pada Maret. Karena kalau di akhir tahun kebutuhan air sangat besar, sementara kami bergantung pada curah hujan," jelasnya.

Ia juga berharap pelaksanaan program ini tidak hanya mengejar hasil dan kualitas produksi, tetapi juga memberikan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani setelah panen.

Hasil produksi berkualitas harus sejalan dengan harga. Karena itu, diharapkan pemerintah tidak hanya memberikan bantuan berupa sarana produksi dan alsintan, tetapi juga menjamin harga jual yang berpihak kepada petani.

"Sekarang harga bawang itu Rp 500 ribu per kuintal, bahkan sempat di bawah itu. Sementara sebelum program ini masuk, harga bawang putih bisa tembus Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per kuintal. Ini yang kami harapkan bisa kembali," katanya.

Kata dia, bukan berarti bantuan yang diberikan tidak penting, namun yang lebih penting adalah harga yang menguntungkan petani. Dengan harga saat ini, keuntungan petani masih tipis.

"Kalau untung mungkin tipis dengan harga segitu. Paling tidak di angka Rp 1 juta, baru petani untung. Karena ujung dari pertanian itu kan harga yang menguntungkan bagi petani," katanya. (par/r7)

 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#sembalun #Lotim #bawang putih #upland