“Kalau selama ini yang dibina cuma sikap dan perilaku, sekarang kami memberikan pembinaan berupa pengembangan kemampuan warga binaan, terutama di bidang peternakan,” jelas Kalapas IIB Selong Ahmad Sihabudin, Kamis (23/10).
Ia mengatakan, Lapas Kelas IIB Selong telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lotim untuk pengembangan program pembinaan kemandirian berbasis peternakan di Pos Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Menanga Baris.
Kerja sama ini bukan hanya formalitas, tetapi bertujuan menyiapkan warga binaan yang berkompeten di bidang peternakan agar tidak kembali ke jalan lama setelah bebas.
“Kita ingin apa yang didapatkan ini nanti bisa dikembangkan setelah bebas dari sini. Sehingga mereka tidak lagi kembali ke jalan lama yang telah dilakukan sebelumnya,” ungkapnya.
Sihabudin menyebut, melalui kerja sama tersebut, warga binaan akan mendapat pelatihan teknis budidaya sapi, manajemen pakan, serta pengelolaan kesehatan hewan langsung dari tenaga ahli Disnakeswan, sehingga tidak hanya sebatas teori.
“Kami ingin pembinaan di Lapas Selong tidak hanya membuat warga binaan baik di dalam, tapi juga siap mandiri ketika di luar. Peternakan ini bukan cuma proyek sapi, tapi proyek perubahan,” tutupnya.
Sementara Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur menyampaikan, pihaknya siap membantu pengembangan ternak sapi yang sudah ada dan berencana menambah sektor unggas, khususnya ayam petelur, untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami menyambut baik rencana ini. Melalui kerja sama ini bisa memperluas jenis usaha di Pos SAE, juga memberi referensi usaha baru bagi warga binaan, bukan hanya bisa beternak, tapi juga paham cara berwirausaha setelah bebas,” jelasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam