Lombokpost–Bupati Lombok Timur (Lotim) Haerul Warisin menargetkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masbagik rampung pada akhir 2025. Fasilitas kesehatan ini diharapkan segera dimanfaatkan masyarakat Masbagik dan sekitarnya.
“Kami minta ini supaya dipercepat pembangunannya. Jika kekurangan tenaga kerja silakan ditambah tenaganya supaya lebih cepat selesai,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin saat mengecek progres pembangunan RSUD Masbagik.
Ia mengatakan, jika pembangunan tidak bisa selesai pada akhir Desember, hal itu tidak menjadi masalah selama semua pekerjaan dipastikan tuntas dengan baik tanpa menimbulkan kendala di kemudian hari.
Warisin berjanji akan kembali menganggarkan dana untuk penataan dan penormalan seluruh fasilitas rumah sakit pada 2026. Setelah pembangunan fisik rampung, pemerintah akan fokus pada pengadaan alat kesehatan (alkes).
“InsyaAllah 2026 kita tambah anggaran lagi untuk kita normalkan semuanya. Kalau sudah normal semuanya baru kita bicara masalah alkesnya,” jelasnya.
Terkait alkes, rencananya pemerintah akan memanfaatkan peralatan yang ada di RSUD Lotim di Labuhan Haji. Sebab, anggaran untuk pengadaan peralatan medis beserta kelengkapannya diperkirakan tidak kurang dari Rp 50 miliar.
“Kalau gedung kita yang punya tanggung jawab sampai selesai. Tapi kalau alkes kita masih bisa minta di Kementerian, Baznas, dan lembaga-lembaga lainnya. Nanti kita koordinasikan dengan Baznas juga, apakah alkes yang di RSUD Lotim itu kita bawa semuanya atau diberikan yang baru dari Baznas,” katanya.
Dari sisi tenaga kerja, mulai dokter spesialis, perawat, hingga bidan disebut sudah siap. Dengan beroperasinya RSUD Masbagik, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin mudah, terutama bagi warga di wilayah utara.
Sebelumnya, alih fungsi Puskesmas Masbagik Baru menjadi RSUD Masbagik ditargetkan selesai 17 Desember mendatang, dengan anggaran awal Rp 9,8 miliar lebih yang bersumber dari DPA Dinas Kesehatan Lotim 2025.
Ketua Baznas Lotim Muhammad Kamli menambahkan, perubahan RSUD Lotim saat ini sedang berproses. Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif Baznas Pusat yang diperuntukkan bagi kabupaten untuk membangun rumah sehat Baznas.
“Ini merupakan program Baznas Pusat, dan kita di Lotim yang paling awal menjemput program ini,” jelasnya.
Kamli menyebut Baznas RI sangat tanggap terhadap Lotim. Ia yakin program rumah sehat ini bisa segera terwujud, bahkan Lotim akan mendapatkan program-program Baznas lainnya.
Editor : Siti Aeny Maryam