Lombokpost-Dinas Perdagangan (Disdag) Lombok Timur (Lotim) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mempengaruhi harga bahkan pokok di Lotim. Ia memastikan harga bahan pokok saat ini masih dalam kondisi aman dan stabil, meski dapur MBG yang beroperasi semakin banyak.
“Dari pantauan kami secara harian harga komoditas masih terkendali. Kehadiran MBG tidak perlu dikhawatirkan terhadap kenaikan harga bahan pokok,” terang Hadi Fathurrahman Kepala Dinas Perdagangan Lotim, Kamis (30/10).
Ia menegaskan kehadiran program MBG tidak mengganggu stabilitas pasar. Kendati diakui saat ini terjadi sedikit kenaikan harga beras Premium. Namun hal ini dinilai tidak terlalu bermasalah, mengingat sebagian besar masyarakat mengonsumsi beras medium.
Kenaikan harga beras dan beberapa komoditas yang kerap terjadi kenaikan seperti cabai telah diantisipasi, melalui kegiatan operasi pasar di sejumlah pasar.
“Masih tetap kami lakukan operasi pasar di sejumlah pasar. Ini sebagai langkah antisipasi kenaikan harga bahan pokok,” katanya.
Fathurrahman menyebut berdasarkan laporan harian harga pasar tradisional. Harga beras premium saat ini Rp 14 ribu per kilogram, beras medium Rp 11.800 per kilogram, gula pasir Rp 17 ribu per kilogram. Minyak goreng premium seharga Rp 18.667 per kilogram.
Sementara harga minyak goreng curah saat ini di harga Rp 18 ribu per liter. Sedangkan harga Cabai merah keriting Rp 27 ribu dan Cabai rawit merah Rp 19.300 per kilogram.
“Harga-harga ini masih stabil dan aman. Program MBG ini tidak terlalu berpengaruh terhadap harga bahan pokok,” ujarnya.
Kehadiran program MBG ini, justru akan memberikan peluang bagi komoditas lokal. Ia mendorong dapur MBG dapat memprioritaskan pengadaan produk komoditas lokal, sehingga dapat membangkitkan perekonomian masyarakat.
“Dengan adanya program MBG ini, jadi tidak hanya memberikan gizi bagi anak sekolah, juga dapat menggerakkan roda ekonomi petani dan pelaku usaha,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Disdag Lotim Saiful Wathan menambahkan sejumlah komoditas, terutama tanaman hortikultura saat ini mengalami. Namun hal ini diakui merupakan hal yang wajar dan telah menjadi hukum pasar.
“Fluktuatif harga itu sudah menjadi hukum pasar. Tapi kami yakin harga ini akan kembali naik nantinya pada 1-2 Minggu ke depan, “ujar Saiful Wathan.
Disebut, pihaknya akan terus menggencarkan operasi pasar hingga akhir Desember mendatang. Pada operasi pasar kali ini, tidak digandeng dengan sayur-sayuran seperti bulan lalu, hanya menyediakan beras dan minyak.
Sementara, kenaikan harga beras premium ini diakui merata di seluruh kabupaten di Indonesia. Kenaikan ini tidak terlalu menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Kebanyakan yang dibeli oleh masyarakat itu adalah beras medium, sejauh ini ada 40 titik sudah kami datangi untuk operasi pasar,” tutupnya.
Editor : Siti Aeny Maryam