LombokPost- BPJS Ketenagakerjaan cabang Lombok Timur (Lotim) Kemabli menyerahkan santunan manfaat program kepada puluhan ahli waris dengan total manfaat yang dibayarkan sebesar Rp 728 juta.
"Total klaim yang kita bayarkan hari ini mencapai Rp 728 juta," terang Kepala BPJS Ketenagakerjaan Lotim Yohan Firmansyah, seusai penyerahan manfaat program di acara Pesona Budaya Pengadangan, Minggu (15/11).
Hingga bulan Oktober lalu, jumlah klaim EKTL Lotim yang telah dibayarkan mencapai Rp 26 Miliar lebih dengn total penerima manfaat sebesar 2.786 peserta, dari semua segmen, mulai dari segmen Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU), buruh migran dan lainnya.
Pembayaran tersebut tidak hanya dilakukan di Lotim namun juga di Kabupaten lain, seperti Sumbawa, Lombok Tengah, Kota Mataram dan kabupaten lainnya.
Adapun untuk peserta aktif di Lotim hingga bulan Oktober mencapai 148.586 orang. Ia mendorong semua pekerja di Lotim terutama yang memiliki resiko tinggi untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan kecelakaan kerja.
"Semua pekerja kami harap bisa menjadi peserta sebagai jaminan kecelakaan kerja. Baik ojek online, buruh dan lainnya. KArena manfaat yang diberikan sangat banyak," katanya.
Selain menyerahkan santunan klaim, dalam kesmetitu pihaknya juga mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan gratis bersama RS Siloam Mataram. Mulai dari pemeriksaan Gula darah, asam urat, tensi, konsultasi dokter dan pemberian obat-obatan.
Pihaknya juga memperkenalkan setiap masyarakat yang sudah terdaftar dan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa mendapatkan layananan medis jika ada kasus kecelakaan kerja.
"Hari ini selain kita memberikan satuan jaminan santunan, kami juga mengadakan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya menambahkan Pemkab Lotim bersama BPJS Ketenagakerjaan selama ini telah rutin melakukan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat, termasuk manfaat sebagai peserta.
"Kita ingin lebih menjangkau pekerja-pekerja kita yang bekerja secara mandiri. Atapau dari segmen BPU yang memiliki resiko kerjayabg cukup tinggi, " katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam