Hal itu ditegaskan Bupati seusai rapat paripurna penetapan rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2026.
“Yang tidak ada kemampuan kita untuk kita kerjakan, itu yang harus kita jemput ke pemerintah pusat,” terang Bupati Lotim Haerul Warisin, Senin (24/11).
Ia menyebut, salah satu program yang diperoleh Lotim adalah Sekolah Garuda dengan total anggaran pembangunan gedung mencapai Rp 230 miliar. Kemudian Sekolah Rakyat yang juga menelan anggaran tidak kurang dari Rp 100 miliar.
"Kalau kita hitung-hitungan program yang kita dapatkan nilainya ratusan miliar, jadi sama yang kita dapatkan dengan yang dipotong, bahkan lebih banyak yang kita dapat," katanya.
Selain itu, pembangunan jembatan yang putus akibat hujan deras di Desa Perigi, Kecamatan Suela beberapa waktu lalu membutuhkan dana cukup besar. Sementara dana tak terduga Lotim (DTT) dalam rancangan KUA PPAS 2026 hanya mencapai Rp 10 miliar.
Karena itu ia bersama Sekda Lotim mengusulkan pembangunan jembatan penghubung antara Desa Perigi dengan Desa Seruni Mumbul ke Kementerian PU agar segera ditangani.
Dalam waktu dekat Pemkab Lotim dan Pemprov NTB akan membangun jembatan sementara. Namun jembatan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan bermuatan berat dan harus digunakan bergiliran. Pembangunan dipastikan akan segera dilakukan.
Sementara itu, Anggota DPRD Lotim Saiful Bahri dalam laporannya pada rapat paripurna meminta eksekutif melakukan evaluasi dan pengendalian secara berkala terhadap pelaksanaan pembangunan dan realisasi anggaran. Sehingga target makro pendapatan dan belanja dapat tercapai.
“Kami juga berharap di tahun 2025 ini, pelaksanaan fisik maupun non fisik dapat segera direalisasikan, sehingga hasil pembangunan di Lotim dapat segera dinikmati oleh masyarakat Lotim,” ungkapnya.
Editor : Siti Aeny Maryam