LombokPost - Kabupaten Lombok Timur (Lotim) meraih dua penghargaan nasional. Pertama, penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award Kategori Kabupaten/Kota berprestasi kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Kedua, Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai kabupaten terbaik kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Apresiasi tersebut diberikan atas kinerja TPID dan TP2DD yang berdedikasi tinggi dan kontribusi terbaik. Bupati Lotim Haerul Warisin secara langsung menerima penghargaan tersebut. Kegiatan penyerahan penghargaan itu dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Jumat malam (28/11) lalu.
Sekda Kabupaten Lotim M Juaini Taofik menerangkan, para peraih penghargaan akan mendapatkan insentif fiskal. Insentif fiskal ini merupakan apresiasi yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemda atas dukungan dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi di daerah.
Lebih jauh ia menjelaskan, langkah-langkah strategis Pemkab Lotim dalam pengendalian inflasi daerah melalui TPID meliputi empat hal. Pertama, ketersedian pasokan melalui gerakan menanam cabai bagi ASN yang mewajibkan seluruh ASN lingkup pertanian untuk menjadi yang terdepan dalam gerakan tersebut.
“Selanjutnya perluasan areal tanam. Kami memberikan dukungan kepada champion cabe serta melakukan kerja sama antar daerah penghasil dan konsumen seperti kerja sama Pemda Lotim dengan Pemda Jember, Pemda Bima, dan Pemda Kutai Kertanegara,” jelas Taofik.
Kedua, keterjangkauan harga dengan melaksanakan operasi pasar bekerjasama dengan Bulog. Sidak harga ke pasar-pasar tradisional melalui program silaturahmi untuk Lotim berkemajuan (Sultan).
“Ketiga kami memastikan kelancaran distribusi melalui bantuan mobil pengangkut untuk champion cabai, dan komunikasi efektif melalui kerja sama pemda dengan berbagai media massa, penyiapan papan imformasi harga barang-barang dan kebutuhan pokok,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Lotim Muksin menerangkan, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) melakukan sejumlah gerakan inovasi. Di mana Pemda Lotim bersama Bank Indonesia dan Bank Daerah NTB Syariah terus melakukan perluasan dan meningkatkan elektronifikasi keuangan daerah khususnya dalam pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Hasilnya PAD Lotim terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebagai catatan tahun 2023 terealisasi 60 persen, 2024 naik menjadi 80,1 persen. “Dan pada tahun 2025 ini kami optimis mencapai angka 98 persen,” jelas Muksin.
Sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah sudah tidak lagi dilakukan secara manual. Selanhkah demi selangkah, beberapa sumber pajak dan retribusi daerah sudah sepenuhnya didigitalisasi. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tahun ini pembayarannya bisa dilakukan melalui m-Banking.
“Untuk m-Banking kita sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui Livin Mandirinya dan Bank NTB Syariah,” terang Muksin.
Selain PBB, pembayaran pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga sudah dilakukan menggunakan aplikasi My BPHTB. Selanjutnya, untuk 9 jenis pajak daerah lainnya, sudah digitalisasi melalui Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPDAH).
Upaya tersebut secara bertahap sudah dilaksanakan sejak tahun 2022. Kata Muksin, dengan tetap konsisten menerapkan digitalisasi, masyarakat kian dimudahkan. Dan dampaknya adalah kenaikan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus mengalami tren kenaikan sejak empat tahun terakhir.
“Itulah mengapa, pemerintah pusat melalui Menko Perekonomian, menilai Lotim serius dalam menjalankan pembayaran pendapatan daerahnya melalui sistem digitalisasi. Dan alhamdulillah, tahun ini kami mendapat predikat terbaik I nasional championship TP2DD 2025,” terangnya.
Ia juga menyampaikan cerita sukses Pemda Lotim dalam menjalankan program TP2DD. Termasuk langkah strategis apa yang dilakukan Pemda Lotim sehingga bisa secara terus menerus meningkatkan digitalisasi atau pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui sistem non tunai. (tih/r3)
Editor : Marthadi