Lombokpost-Tingkat kunjungan wisatawan ke Sembalun pada perayaan Tahun Baru 2026 diklaim mengalami penurunan dibandingkan perayaan Tahun Baru 2025. Kondisi ini salah satunya disebabkan faktor cuaca.
“Ada penurunan dari tahun lalu,” terang Mertawi, pemilik Nyampon Villas Sembalun Lawang, Kamis (1/1).
Ia mengatakan, penurunan kunjungan sudah terjadi sejak memasuki musim hujan pada awal November lalu. Kondisi itu diperparah dengan pemberitaan yang viral di media sosial terkait bukit menangis atau air terjun dadakan dari bukit yang berdampak terhadap minat kunjungan wisatawan.
Hal tersebut membuat wisatawan merasa khawatir untuk berkunjung ke Sembalun, terutama tamu dari luar daerah. Dampaknya terasa pada momentum perayaan Tahun Baru, ketika tingkat okupansi penginapan di Sembalun menurun.
“Bahkan dua minggu awal Desember lalu, tamu yang menginap sepi. Jangankan menginap, datang saja tidak ada. Jalan-jalan ini sepi,” katanya.
Jika dipersentasekan, penurunan kunjungan mencapai 20-30 persen dibandingkan perayaan Tahun Baru 2025. Pada perayaan Tahun Baru 2025 lalu, empat penginapan miliknya penuh, bahkan sudah penuh pemesanan sejak sebulan sebelumnya.
Selain itu, banyak tamu yang tidak kebagian kamar. Dua kamar di rumahnya pun ikut dijadikan penginapan. Bahkan, tamu yang tidak mendapatkan kamar memilih membuka camping ground di halaman penginapan.
“Tapi Tahun Baru 2026 ini, empat kamar yang dimiliki memang terisi semua, tapi datangnya dadakan. Bahkan pasca viralnya video itu, dua minggu kamar ini tidak ada kunjungan,” ungkapnya.
Akibat informasi tersebut, tidak sedikit tamu dari luar daerah membatalkan penginapan karena takut. Padahal, kondisi gunung menangis merupakan hal yang wajar dan kerap terjadi setiap musim hujan.
“Bahkan dulu lebih parah air yang jatuh dari bukit, tapi masyarakat tidak panik. Karena itu memang hal wajar,” tutupnya.
Editor : Akbar Sirinawa