Lombokpost - Sebanyak 54 orang Lanjut usia (Lansia) di Lombok Timur (Lotim) diwisuda setelah menyelesaikan Standar 2 (S2) program Sekolah Lansia Sehat Ceria. Wisuda ini menjadi simbol perlawanan terhadap stigma bahwa masa tua adalah masa yang tidak berdaya.
"Program ini sebagian bentuk komitmen Pemkab Lotim dalam mendongkrak kualitas hidup penduduk," terang Kepala DP3AKB Lotim dr Hasbi Santoso.
Hasbi menyampaikan, perjalanan para wisudawan ini cukup panjang. Setelah lulus dari Standar 1 (S1) pada 2024 lalu, yang fokus pada kesehatan jasmani, spiritual, dan gizi. Namaun di level S2 ini mereka ditempa dengan berbagai keahlian.
Pada Standar 2 ini, para lansia diberikan keterampilan seperti memasak dan berbagai keterampilan lainnya sesuai kemampuan fisik masing-masing.
"Tujuan program ini menjadikan lansia-lansia menjadi lansia yang mandiri dan produktif," ungkapnya.
Melihat keberhasilan ini, kurikulum Sekolah Lansia direncanakan hingga Standar 3 (S3). Pada standar ini nantinya akan fokus pada hilirisasi keterampilan menjadi nilai ekonomi tambah.
Baca Juga: Sekolah Lansia Bagik Payung Selatan Jadi Percontohan di NTB
Asisten III Setda Lotim, Husnul Basri menyampaikan program ini memiliki dampak strategis bagi daerah. Saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lotim berada di peringkat kelima di NTB. Sehingga program ini diharapkan berkontribusi positif terhadap peningkatan IPM Lotim.
"Kita ingin lansia kita mandiri, produktif, dan tidak menjadi beban bagi keluarga,"harapnya.
Ia mengapresiasi Kecamatan Suralaga dan Desa Bagik Payung Selatan yang menjadi motor penggerak program ini, sembari berharap model serupa direplikasi di seluruh wilayah Lotim.
Lalu Makripuddin perwakilan BKKBN NTB menyampaikan berdasarkan data dari Kemendukbangga/BKKBN NTB menunjukkan populasi lansia di Indonesia diproyeksikan melonjak hingga 50-70 juta jiwa. Dan 50 persen lansia di Indonesia mengalami masalah kesehatan dan ekonomi.
"Ini langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045, di mana kita ingin lansia tetap berdaya, bukan menjadi beban," pungkasnya.
Editor : Marthadi