Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Camat Sembalun Tertibkan Pelajar yang Nongkrong di Pusuk Saat Jam Belajar

Supardi/Bapak Qila • Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:45 WIB

 

Suherman Camat Sembalun saat merazia para pelajar yang sedang nongkrong di jam sekolah di daerah wisata Pusuk Sembalun.
Suherman Camat Sembalun saat merazia para pelajar yang sedang nongkrong di jam sekolah di daerah wisata Pusuk Sembalun.

Lombokpost-Camat Sembalun bersama Satpol PP kecamatan menggencarkan patroli di sepanjang jalur wisata Pusuk Sembalun. Langkah ini dilakukan guna menertibkan pelajar yang kedapatan nongkrong atau membolos pada jam sekolah.

"Beberapa kali kami menemukan anak-anak sekolah SMP maupun SMA yang sedang nongkrong saat jam belajar di jalur wisata pusuk Sembalun," terang Suherman Camat Sembalun, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, penertiban di jalur wisata ini dilaksanakan atas dasar kepedulian serta menindaklanjuti arahan bupati. Selain itu, kegiatan ini merespons keresahan masyarakat terhadap perilaku siswa di luar sekolah.

Patroli rutin dilakukan minimal dua kali seminggu untuk meminimalisir angka bolos sekolah. Rata-rata siswa yang terjaring beralasan terlambat masuk sekolah sehingga tidak diizinkan masuk ke ruang kelas.

"Alasan mereka sangat klasik, mereka beralasan telat dan tidak diberikan masuk sekolah, sehingga mereka nongkrong di wisata pusuk," jelasnya.

Saat ini, para siswa tersebut hanya diberikan peringatan dan diarahkan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Mereka diminta segera kembali ke sekolah atau pulang ke rumah masing-masing.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak kecamatan tidak menemukan pelanggaran serius seperti kepemilikan minuman keras, senjata tajam, maupun benda terlarang lainnya.

"Rata-rata anak-anak yang kami temukan ini berasal dari sekolah yang ada di kecamatan lain. Mulai dari Kecamatan Labuhan haji, Pringgabaya, Selong bahkan ada yang dari Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Justru yang dari kecamatan Sembalun sendiri kami belum temukan," jelasnya.

Ke depan, pihaknya akan memberikan sanksi sosial bagi siswa yang terjaring berupa pembersihan sampah di sekitar area Pusuk Sembalun. Patroli yang baru berjalan dua bulan ini terus mencari pola pembinaan persuasif yang efektif bagi para siswa.

"Setiap razia kami memposting di Media sosial, dengan maksud bukan untuk menyudutkan siswa atau sekolah. Tetapi semata-mata untuk mengingatkan kepada siapa saja, terutama pihak sekolah yang punya tanggung jawab mutlak terhadap siswa di jam sekolah," katanya. (par/r7)

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#jam belajar #Pelajar #sembalun #bolos #Pusuk