Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pimpinan Ponpes di Lotim Bantah Tuduhan Asusila

Supardi/Bapak Qila • Selasa, 3 Februari 2026 | 16:57 WIB

 

TGH MJ
TGH MJ

Lombokpost-Pimpinan Ponpes di Lombok Timur (Lotim) berinisial MJ membantah dugaan tindakan asusila terhadap dua orang santriwatinya, sebagaimana laporan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ke Polda NTB beberapa waktu lalu.

Ia menilai tuduhan tersebut sebagai hoaks dan fitnah terhadap dirinya.

“Apa yang disampaikan yang dituduhkan melalui media massa itu adalah hoax. Karena hal itu itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada di lembaga kami,” terang MJ saat ditemui Lombok Post di rumahnya, Senin (2/2).

Ia mengatakan, dugaan yang dilaporkan lembaga tersebut terjadi pada 2016. Sementara pada periode 2016 hingga 2019, ponpes tersebut masih dikelola almarhum ayahnya.

Pada waktu itu, dirinya masih aktif bolak balik Lombok-Makkah untuk membawa jamaah umrah maupun haji.

Ia menyebut asrama pondok baru mulai aktif pada 2021, setelah gempa bumi dan pandemi Covid-19.

“Saya mulai pegang Ponpes ini setelah almarhum meninggal tahun 2019 lalu. Saat itu santrinya masih bolak balik mengaji, tidak menginap atau mondok,” imbuhnya.

Menurutnya, para santri mulai aktif mondok sejak 2021. Sejak awal, asrama putra dan putri telah dipisahkan.

Asrama putri dikelola langsung istrinya, sementara asrama putra dikelola MJ.

Jumlah santri putri yang tinggal di asrama sebanyak 16 orang dan santri putra sekitar 40 orang.

Ia menegaskan tidak pernah ada praktik pembersihan rahim seperti yang dituduhkan LPA. Yang dilakukan hanya pemberian doa kepada santri dan jamaah sebagai ikhtiar pengobatan, termasuk bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu.

“Apa yang dituduhkan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di pondok kami. Dugaan itu adalah hoax,” jelasnya.

Akibat dugaan tersebut, banyak guru dan wali santri terkejut.

Namun hingga saat ini, kondisi di ponpes disebut masih aman dan isu tersebut belum berdampak pada aktivitas pondok.

Ia juga mengaku telah menyiapkan kuasa hukum untuk menelusuri sumber laporan dan melakukan klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya agar tidak merusak nama baik pribadi maupun citra pondok.

“Sudah, kita siapkan kuasa hukum. Kami juga akan menempuh jalur hukum untuk mengklarifikasi tudingan ini. Jangan sampai kami tidak ada masalah, tapi justru dibuatkan masalah,” katanya.

Ia menambahkan, hingga kini belum pernah dipanggil Polda NTB untuk dimintai klarifikasi. Namun, ia menyatakan siap memberikan keterangan jika dipanggil.

Terkait kunjungan Kepala Kemenag Lotim ke ponpes beberapa waktu lalu, ia menegaskan tidak bermaksud menghindar. Saat itu, ia sedang berada di bank untuk mengurus rekening.

“Saat itu saya sedang mengurus rekening saya di Bank. Tapi katanya beliau (Kemenag) akan datang lagi. Kami juga menunggu beliau untuk mengklarifikasi masalah ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Lotim Shulhi menyampaikan pihaknya telah melakukan kunjungan ke ponpes di Kecamatan Sukamulia untuk mengklarifikasi pemberitaan di media sosial terkait dugaan tindak asusila yang melibatkan oknum pimpinan di ponpes tersebut.

“Kunjungan ini untuk melakukan klarifikasi awal terhadap informasi yang beredar di masyarakat. Kita perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” ujarnya, Kemenag Lotim Shulhi. 

Editor : Kimda Farida
#seksual #Ponpes #Asusila #kekerasan Seksual #Lotim