Lombokpost-Sejak berusia 4 tahun, Adzkia Samha Saudia telah menunjukkan bakatnya di bidang seni lukis. Meski saat itu belum duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Namun Adzkia sudah aktif mencoret-coret di kertas, dan hal itu kini membawanya menjadi langganan juara melukis gradasi.
Puluhan anak sore itu memenuhi ruang tamu sebuah rumah sederhana. Di hadapan mereka, sebuah meja kecil dipenuhi krayon, kuas, dan kanvas. Setiap sudut dinding ruangan tampak sarat karya seni lukis, gambar-gambar anak dengan warna gradasi yang rapi dan hidup.
Hari itu, anak-anak tengah mengikuti les mewarnai di Sanggar Arus Ide, sebuah sanggar seni lukis di Kecamatan Selong, Lombok Timur (Lotim). Hampir setiap hari, tempat ini tak pernah sepi dari anak-anak hingga orang tua yang belajar melukis. Salah satunya Adzkia Samha Saudia.
Sari Maulani, ibu Adzkia, menceritakan ketertarikan putrinya pada dunia seni lukis sudah terlihat sejak usia 4 tahun, saat belum mengenyam pendidikan taman kanak-kanak. Setiap menonton kartun di YouTube, Adzkia kerap menirukan karakter yang dilihatnya melalui coretan gambar.
“Dia suka menggambar karakter yang dia tonton, saat itu dia belum masuk sanggar bahkan belum masuk TK juga. Tetapi dia senang sekali menggambar,” terang Sari Maulani, Selasa (3/2).
Meski belum memiliki pengalaman dan pemahaman teknik melukis, khususnya gradasi warna, Adzkia nekat mengikuti lomba. Saat itu ia memang belum berhasil meraih juara. Namun tujuan mengikuti lomba bukan semata mengejar kemenangan, melainkan mencari pengalaman dan melatih mental.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Sari kemudian mencarikan sanggar seni lukis untuk membina dan mengembangkan bakat Adzkia. Pilihan pun jatuh pada kelas gradasi di Sanggar Arus Ide.
“Sejak lomba itu kami mencarikan sanggar seni, untuk membina dan mengembangkan bakatnya itu. Dan setelah cari-cari informasi akhirnya ketemu Sanggar Arus Ide dan mulai rutin latihan,” katanya.
Belum lama mengikuti bimbingan, Adzkia mulai aktif mengikuti berbagai lomba melukis. Hampir setiap ajang lomba mewarnai gradasi, namanya selalu tercatat sebagai peserta. Hingga kini, sekitar 20 lebih gelar juara telah ia raih secara mandiri maupun sebagai perwakilan sekolah.
Di luar aktivitas sanggar, Adzkia juga rutin berlatih di rumah. Sepulang sekolah, waktunya banyak dihabiskan bersama krayon dan kanvas. Ia juga kerap belajar secara mandiri melalui media sosial seperti YouTube dan TikTok untuk mengasah kemampuannya.
Teknik gradasi hampir sepenuhnya telah dikuasai Adzkia. Meski demikian, setiap menjelang lomba ia tetap berlatih dan mempersiapkan diri jauh hari sebelumnya.
“Menjelang lomba biasanya dia sangat sibuk untuk latihan di rumah. Dalam sebulan itu 3-4 kali dia ikut lomba dan Alhamdulillah jarang sampai tidak dapat juara,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Nur Aisyah, Seorang Pelukis Surealis Asal Mataram (1)
Adzkia yang kini duduk di TK kelas B bercita-cita menjadi pelukis profesional kelak. Sebagai orang tua, Sari mengaku hanya bisa memberikan dukungan penuh atas keinginan anaknya.
Editor : Marthadi