Lombokpost-Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sembalun sangat menyambut baik keberadaan klinik bertaraf internasional yang dibangun di kawasan Sembalun. Keberadaan klinik itu diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Sembalun, terutama wisatawan mancanegara.
Ketua Pokdarwis Sembalun Royal Sembahulun menyampaikan keberadaan klinik itu menjadi peluang sekaligus respons untuk memberikan kenyamanan dan jaminan kesehatan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Sembalun.
“Setiap tahun ratusan ribu wisatawan melakukan pendakian di Gunung Rinjani. Tentu keberadaan klinik bertaraf internasional ini akan memberikan jaminan bagi kesehatan mereka, termasuk sebelum mendaki mereka juga akan melakukan cek kesehatan,” terang Royal, Jumat (13/2).
Keberadaan klinik ini juga disebut akan menjadi nilai plus bagi wisata Sembalun, khususnya pendakian Rinjani. Dengan begitu wisatawan tidak akan ragu jika terjadi sesuatu pada mereka saat berwisata ke Sembalun, terutama ketika melakukan pendakian.
Terlebih klinik ini dilengkapi fasilitas lengkap dan disiapkan asuransi premium, jika terjadi insiden akan dievakuasi menggunakan helikopter. Sehingga proses evakuasi dan pertolongan lebih cepat.
“Harapan kita ke depan, dengan adanya klinik ini orang yang datang ke Sembalun akan lebih banyak. Terutama orang-orang yang berduit tidak takut lagi datang ke Sembalun karena sudah ada jaminan mereka,” katanya.
Selaku Pokdarwis Sembalun dan Ketua Asosiasi Pokdarwis Lotim sangat mendukung keberadaan klinik itu untuk menjamin keselamatan para pendaki. Mengingat fasilitas kesehatan (Faskes) di Sembalun saat ini belum bisa melayani secara maksimal.
Ia menyebut, Puskesmas dengan klinik ini akan berjalan beriringan. Meskipun keduanya memiliki pasar yang berbeda.
Ia berharap fasilitas di Puskesmas Sembalun juga bisa di-upgrade, sebab Puskesmas itu sangat dibutuhkan dan menjadi perwakilan negara di tengah masyarakat.
“Dulu kami pernah protes dan meminta ambulans, tapi yang dikasih kendaraan ringan atau ambulans biasa. Seharusnya ambulans di Sembalun itu yang bagus, misalnya kendaraan 4x4 karena medannya yang berat. Tapi ini terbalik, yang bagus dipakai di bawah, sementara kami di atas dikasih kendaraan ringan,” tutupnya. (par/r7)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin