Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Petani Tak Perlu Takut Gagal Panen! Bulog Bawa Solusi Canggih, Cuaca Ekstrem Bukan Lagi Ancaman!

Nurul Hidayati • Minggu, 15 Februari 2026 | 12:10 WIB
seorang petani dari anggota kelompok tani Pusuk Pujata sedang panenan bawang putih di lahan uji coba
seorang petani dari anggota kelompok tani Pusuk Pujata sedang panenan bawang putih di lahan uji coba

LombokPost - Perum Bulog melakukan langkah nyata dalam memperkuat jaring pengaman sektor pertanian di Indonesia.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Bulog Peduli Petani".

Perusahaan pelat merah ini memperkenalkan sistem asuransi pertanian modern di Kabupaten Lombok Timur untuk memitigasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim yang tidak menentu.

​Inovasi Asuransi Parametrik: Berbasis Data, Bukan Sekadar Gagal

​Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah menguji coba asuransi parametrik.

Berbeda dengan asuransi konvensional yang hanya cair saat tanaman mati, model ini bekerja berdasarkan indikator iklim yang terukur seperti suhu udara dan curah hujan.

​"Kami sedang menguji coba sosialisasi dan penerapan asuransi parametrik di sejumlah daerah, termasuk Lombok Timur. Program ini menyasar tanaman padi melalui skema indemnity (gagal panen) maupun parametrik," jelas Sudarsono.

​Tak tanggung-tanggung, Bulog juga sedang mengembangkan model asuransi hibrida.

Model ini mengombinasikan keunggulan asuransi konvensional dengan kecepatan data asuransi parametrik untuk memberikan perlindungan maksimal bagi para petani.

​Pilot Project di Lahan 125 Hektare

​Lombok Timur dipilih sebagai salah satu lokasi strategis karena perannya sebagai sentra produksi beras dan mitra utama Bulog. Untuk tahap awal, program ini akan diuji coba pada lahan seluas 125 hektare. Selain Lombok Timur, sosialisasi serupa juga dilakukan di empat wilayah lainnya, yaitu: Jambi, ​Jawa Barat, dan ​Bali.

​Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

​Langkah Bulog ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Asisten 2 Setda Lombok Timur, Muhammad Hairi, menegaskan bahwa perlindungan terhadap risiko iklim adalah kebutuhan mendesak bagi warga yang mayoritas bergantung pada sektor agraris.

​"Kami ingin petani kita berdaya. Jangan sampai karena perubahan cuaca sedikit saja, mereka langsung collapse. Dengan asuransi ini, mereka bisa tetap eksis dan produktif," tegas Muhammad.

​Melalui edukasi dan sosialisasi ini, Bulog berharap para petani mulai sadar akan pentingnya mitigasi risiko. Dengan adanya asuransi, sektor pertanian di Lombok Timur diharapkan menjadi lebih aman, berkelanjutan, dan memiliki daya saing tinggi meski di tengah tantangan iklim global.

Editor : Kimda Farida
#TJSL #gagal panen #Petani #bulog #Lombok #Asuransi pertanian