Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cuaca Buruk, Harga Cabai Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

Supardi/Bapak Qila • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:31 WIB
CEK: H Subhan saat mengecek kondisi tanaman cabai di green house miliknya yang di bangun di lahan seluas 20 hektare, Selasa (24/6).
CEK: H Subhan saat mengecek kondisi tanaman cabai di green house miliknya yang di bangun di lahan seluas 20 hektare, Selasa (24/6).

Lombokpost-Cuaca buruk yang melanda Lombok Timur (Lotim) beberapa waktu terakhir mengakibatkan tanaman cabai milik petani banyak yang mati.

Kondisi ini memicu kenaikan harga cabai yang cukup signifikan, terutama cabai rawit merah.

“Tanaman cabai kita sebelumnya cukup banyak, tersebar di sekitar 400 hektare. Bahkan tanaman yang siap panen menjelang bulan Ramadan ini juga banyak. Hanya saja cuaca ekstrem yang terjadi beberapa minggu ini mengakibatkan banyak tanaman cabai petani rusak dan mati,” terang Ketua Champion Cabai Lotim Subhan, Rabu (18/2).

Ia menyebut, harga cabai rawit merah di pasar saat ini mencapai Rp 100 ribu lebih. Sebelumnya, saat cuaca bagus dan panen normal, harga cabai di bawah Rp 50 ribu per kilogram.

Mahalnya harga cabai juga disebabkan karena tiga hari sebelum puasa dan tiga hari sesudah puasa petani tidak ada yang panen. Biasanya menjelang puasa masyarakat melakukan kegiatan bersin puasa.

“Setelah empat hari puasa, baru ada petani yang panen lagi, ini juga menyebabkan harga cabai mahal, “ jelasnya.

Khusus petani di bawah binaan champion cabai, saat ini banyak tanaman yang mati dan terserang hama akibat cuaca buruk. Beberapa lahan yang bertahan juga belum memasuki masa panen. Kondisi ini diakui juga mengakibatkan ketersediaan cabai di Lotim kurang aman.

“Stok kita kurang aman. Makanya beberapa waktu ini kita sudah tidak kirim lagi ke luar daerah. Karena kita fokus di daerah sendiri dan harganya juga masih bagus di Lotim,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan cabai masyarakat Lotim selama bulan puasa, pihaknya akan berkoordinasi dengan champion cabai di luar daerah seperti Jawa Timur untuk mengirimkan cabai ke Lotim.

Disebut, sejauh ini belum ada koordinasi dengan Pemkab Lotim, dalam hal ini Dinas Perdagangan Lotim, untuk melakukan pasar murah guna stabilisasi harga cabai selama bulan puasa.

“Belum ada koordinasi untuk melakukan pasar murah. Tetapi sebelum harga cabai di angka Rp 100 ribu. Kita sudah melakukan gerakan pangan murah (GPM),” tutupnya.

Sementara itu, salah satu petani cabai di Kecamatan Sakra Fathurrahman menyebut, harga cabai rawit merah saat ini di kisaran Rp 100 ribu-Rp 120 ribu per kilogram.

Sementara cabai rawit hijau masih di kisaran Rp 50 ribu per kilogram.

“Iya memang banyak cabai yang rusak akibat cuaca, dan kenaikan ini juga karena sudah memasuki bulan puasa biasanya kalau sudah bulan puasa harga cabai akan naik,” tutupnya. (par/r7)

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#petani cabai #Cabai #harga cabai #Lotim #Cuaca Ekstrem