Lombokpost - Bagi pendaki yang pernah menapaki kaki di Sembalun menuju puncak Rinjani, nama Kedai Rangga Pande di rest area Sembalun mungkin sudah tak asing. Sebelum memulai pendakian, kedai ini selalu ramai wisatawan.
"Alhamdulillah menu Rangga Pande cukup terkenal di kalangan wisatawan, usaha ini saya mulai sejak tahun 2022 lalu dan langsung dapat respons positif dari wisatawan," terang pemilik Kedai Rangga Pande Maolidatul Aini, Rabu (25/2).
Kata dia, menu yang ditawarkan memiliki daya tarik dan ciri khas sendiri. Tidak dimiliki rumah makan di tempat lain. Terutama bumbunya yang khas, dan ayam yang digunakan didapat langsung dari peternak Sembalun dan Lombok Utara.
Sambal buatan Rangga Pande diakui menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pelanggan ketagihan. Para pendaki biasanya memborong ayam kampung bakar dan lalapan ikan sebagai bekal atau santapan sebelum dan setelah pendakian.
"Menu favorit kita adalah ayam kampung bakar dan sambal yang kita produksi. Dulu untuk mendapatkan ayam kampung, saya keliling ke masyarakat langsung. Sekarang Alhamdulillah sudah punya mitra tetap untuk mendapatkan ayam kampung," bebernya.
Disebut sejak penutupan jalur pendakian pada awal Januari 2026 lalu, sangat berdampak terhadap pendapatannya. Saat ini ia hanya mendapat omzet kurang dari Rp 1 juta per hari di satu kedai.
Sementara saat pendakian dibuka, omzet yang didapat tembus di angka Rp 1,6 juta bahkan lebih per hari. Kendati bulan Ramadan, namun tidak terlalu berdampak terhadap penghasilannya. Bahkan tidak bisa mengejar pendapatan saat pendakian dibuka.
"Sekarang tidak bisa sampai Rp 1 juta. Karena sekarang yang beli hanya masyarakat lokal dan mereka hanya beli nasi campur saja. Kalau beli lalapan ikan itu hanya ketika mereka panen sayur atau bawang,” ungkapnya.
Selain di rest area Sembalun, saat ini ia juga membuka cabang kedua di kawasan Sembalun Lawang dengan harapan bisa menjangkau lebih banyak pelanggan lokal. Di dua kedai miliknya itu, ia dibantu lima orang karyawan.
Selain membuka kedai di Sembalun, ia juga kerap mengikuti bazar UMKM maupun event besar. Seperti kegiatan bazar di Taman Rinjani Selong, Car Free Night (CFN) dan lainnya.
"Alhamdulillah menu Rangga Pande sudah cukup terkenal, terutama di Sembalun sudah menjadi kuliner khas Sembalun,” tutupnya.
Editor : Marthadi