Lombokpost - Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim) Moh. Edwin Hadiwijaya menegaskan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya bertugas melakukan pemantauan program. Satgas tidak memiliki kewenangan mengatur menu yang disajikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) satgas itu, kita hanya melakukan monitor dan sebagainya, tapi untuk intervensi terhadap menu tidak ada," terang Edwin, Senin (9/3).
Satgas hanya bisa melakukan pengawasan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hal itu menyangkut langsung dengan lingkungan. "Paling banter yang bisa kita lakukan adalah pengawasan IPAL, tapi kalau dapur tidak bisa," jelasnya.
Selain itu, untuk sasaran ibu hami, ibu menyusui dan balita (B3), Satgas MBG hanya bertugas memastikan setiap sasaran mendapatkan MBG. Meskipun diakui menu yang diberikan dalam MBG ketiga sasaran tersebut masih kurang layak.
Ia menyebut dapur MBG yang telah beroperasi di Lotim mencapai 200 dapur. Ia meyakini tidak semua dapur menyajikan menu yang tidak layak dan masih banyak dapur yang menyajikan menu yang bagus serta mengandung gizi.
"Yang sudah beroperasi mencapai 200 dapur lebih. Setidaknya dari jumlah itu tidak semuanya menyajikan menu yang tidak layak atau tidak sesuai dengan gizinya," jelasnya.
Seharusnya, kata dia, dapur B3 dengan anak sekolah dibedakan agar tujuan pemberian MBG terhadap B3 untuk menyelesaikan persoalan stunting bisa tercapai.
Ia optimistis suatu saat menu yang disajikan untuk B3 akan semakin baik seiring bertambahnya dapur dan berkurangnya jumlah sasaran di masing-masing dapur.
"Kalau sasaran berkurang, maka kualitas juga pasti akan bagus," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Lotim Muhammad Khairul Hadi menyampaikan terkait pilihan menu MBG sudah memiliki standar dari Kementerian Kesehatan yang sangat detail. Mulai dari pilihan menu, kandungan gizi, hingga pedoman penyajian untuk menjamin keamanan makan yang akan disajikan ke sekolah.
"Selama SPPG mengikuti pedoman penyajian makan baik dari Kemenkes. Maka program ini akan berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah," jelasnya.
Editor : Marthadi