Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bocah SD Diserang Anjing Liar, Disnakeswan Waspada Rabies

Supardi/Bapak Qila • Rabu, 22 April 2026 | 13:32 WIB
DIGIGIT ANJING: Korban Ahmad Muzammil Hawari saat menjalani perawatan di ruang bedah RSUD dr Soedjono Selong setelah diserang segerombolan anjing liar di dekat rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)
DIGIGIT ANJING: Korban Ahmad Muzammil Hawari saat menjalani perawatan di ruang bedah RSUD dr Soedjono Selong setelah diserang segerombolan anjing liar di dekat rumahnya. (SUPARDI/LOMBOK POST)

LombokPost - Ahmad Muzammil, bocah 11 tahun asal Desa Sakra Selatan, Lombok Timur (Lotim) diserang anjing liar. Saat ini korban menjalani perawatan di RSUD dr Soedjono Selong karena mengalami luka cukup parah di sejumlah bagian tubuh.

Kabag Humas RSUD dr Soedjono Selong Muksan mengatakan, penanganan awal dilakukan di Puskesmas Lepak Kecamatan Sakra Timur. Korban langsung diberikan vaksin rabies pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Setelah kejadian, penanganan pertama langsung dilakukan di puskesmas Lepak, Kecamatan Sakra Timur,” terang Muksan kepada Lombok Post, Selasa (21/4).

 Baca Juga: Seorang Anak di Lotim Kembali Diserang Anjing Liar

Di rumah sakit, korban menjalani pembersihan luka untuk mencegah risiko infeksi. Luka paling parah terdapat di bagian kaki kiri. Pemberian vaksin yang kedua akan dilakukan jika timbul gejala lanjutan seperti demam.

“Kalau tidak ada gejala tambahan setelah pemberian vaksin, maka cukup dengan pemberian vaksin yang sekali,” jelasnya.

Ibu korban, Sri mengatakan, peristiwa itu terjadi saat korban bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah. Korban dikejar anjing liar dan sempat terjatuh di sawah sebelum akhirnya diserang.

 Baca Juga: Bocah di Lotim Tewas Digigit Gerombolan Anjing Liar Saat Main Layangan

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di tangan, kaki, dada, pantat, dan bagian tubuh lainnya. Setelah kejadian, korban yang merupakan siswa kelas IV SDN 1 Lepak langsung dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD dr Soedjono Selong.

Sri mengatakan, kasus serangan anjing liar di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi di desa tetangga. “Kondisi korban saat ini sudah lumayan membaik, tapi kadang mengalami panas,” singkatnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan Lotim drh Hultatang mengatakan, dalam sepekan terakhir terdapat dua kasus gigitan anjing di Lotim, satu di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga: Seorang Anak di Lotim Diserang Anjing Liar Saat Pulang Mengaji

“Lima hari yang lalu juga ada kejadian diserang anjing di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, mengakibatkan korban meninggal dunia. Kejadiannya itu di sawah dan sekarang kejadiannya juga di sawah,” bebernya.

Ia menjelaskan, periode April hingga Juni merupakan musim kawin dan beranak anjing, sehingga hewan tersebut cenderung lebih agresif dan bergerombol.

Lotim sejauh ini masih berstatus bebas rabies. Namun setiap kasus gigitan anjing tetap ditangani dengan prosedur dugaan rabies.

“Sejauh ini kita belum ada kasus rabies, tetapi setiap korban digigit anjing kami duga rabies. Kita di Disnakeswan akan fokus pada anjingnya, kalau korban sudah ditangani tim kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan langkah mitigasi dan pengecekan di lapangan untuk mengetahui penyebab serangan, termasuk kemungkinan perubahan perilaku hewan.

“Itu yang kita harapkan dari masyarakat agar anjingnya jangan diusir dulu. Kita ingin melihat apakah ada perubahan perilaku dari anjingnya, untuk melihat apakah dia rabies atau tidak, agar kita bisa mengambil langkah ke depan,” jelasnya. (par/r7)

Editor : Redaksi
#risiko infeksi #Vaksin #Rabies #Lotim #Anjing liar