Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Acara Milad Ponpes Baiturrahim Kabar ke-23 Tahun, Ruang Berekspresi Santri, Hadirkan MC Tiga Bahasa hingga Pesan Persatuan Umat

Supardi • Kamis, 30 April 2026 | 08:51 WIB
PENAMPILAN SANTRI: Santri RA Baiturrahim saat menari pada acara panggung mahakarya Santri Baiturrahim sebagai salah satu kegiatan Milad ke-23 Tahun. (SUPARDI/Lombok Post)
PENAMPILAN SANTRI: Santri RA Baiturrahim saat menari pada acara panggung mahakarya Santri Baiturrahim sebagai salah satu kegiatan Milad ke-23 Tahun. (SUPARDI/Lombok Post)

Lombokpost-Di tengah hamparan sawah Desa Kabar, sebuah panggung berdiri megah, menghadirkan suasana yang tak biasa bagi sebuah perayaan pesantren. Bukan sekadar seremoni, Milad ke-23 Ponpes Baiturrahim menjelma ruang ekspresi, tempat para santri menegaskan diri dan belajar tampil. 

Cahaya puluhan lampu sorot warna-warni menari di langit Desa Kabar, Kecamatan Sakra, malam itu. Sorotan lampu seakan mengikuti irama musik dan gerak para penampil di atas panggung megah yang berdiri di sisi persawahan.

Sekilas, panggung itu tampak seperti konser artis papan atas. Namun, suasana tersebut merupakan bagian dari panggung mahakarya santri Pondok Pesantren Baiturrahim Kabar, yang digelar untuk memeriahkan Milad ke-23.

Baca Juga: Peringati Nuzulul Quran, Baiturrahim Peduli Santunani Puluhan Anak Yatim, Piatu dan Duafa

Ketua Yayasan Ponpes Baiturrahim Kabar Muhammad Khatam Zam Zami mengatakan, peringatan milad kali ini dikemas berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya berupa seremoni, tasyakuran, atau tabligh akbar, tetapi juga menghadirkan panggung kreativitas santri.

“Kalau kegiatan bakti sosial seperti cek kesehatan gratis, donor darah, pembersihan karang gigi dan santunan setiap tahun kami lakukan, sebagai rangkaian acara milad,” terang pria yang akrab disapa Ustad Zam Zami itu, Selasa (28/4).

Ia mengatakan, panggung mahakarya santri menjadi wadah pembinaan kolaborasi, tanggung jawab, sekaligus ruang ekspresi bagi santri dari berbagai jenjang, mulai Raudatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA).

Baca Juga: Baiturrahim Peduli Beri Santunan Anak Yatim

Sejak awal acara, para santri terlibat langsung sebagai pelaksana. Mereka tampil sebagai pembawa acara menggunakan tiga bahasa, menampilkan pertunjukan seni, hingga memandu jalannya kegiatan dengan konsep profesional.

“Ini sekaligus sebagai wadah untuk belajar bahasa dan menjadi MC. Sehingga acara ini sengaja dikonsep lebih profesional, supaya santri merasakan layaknya berada di acara besar,” katanya.

Beragam penampilan ditunjukkan para santri. Mulai dari tari, drama, band, pidato, puisi, diskusi panel, syahril Quran, pencak silat, pramuka, hingga tausyiah. Seluruh kegiatan itu menjadi gambaran aktivitas dan pengembangan diri santri di pondok.

Baca Juga: Pospeda 2022 Lotim Dipusatkan di Ponpes Baiturrahim Kabar

Mengusung tema Refleksi, Aksi, dan Inovasi, milad ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum evaluasi dan pergerakan menuju masa depan yang lebih baik.

“Milad ke-23 ini bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, ini menjadi titik kebangkitan baru bagi Ponpes Baiturrahim untuk terus maju, berdaya, dan memberi manfaat luas bagi umat,” jelasnya.

Ke depan, Ponpes Baiturrahim juga berencana mengembangkan pesantren lansia di Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela. Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan spiritual bagi para lansia di Lombok Timur (Lotim).

Baca Juga: Tingkat Minat Baca Anak, Pemuda Perenang Ajak Anak-anak Baca Buku di Tempat Wisata

Menurutnya, konsep pesantren lansia berbeda dengan panti sosial pada umumnya. Selain memenuhi kebutuhan dasar, program ini juga menitikberatkan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan sebagai bekal akhirat.

“Jadi kita tidak hanya memperhatikan makan dan kesehatan, tetapi iman dan ketakwaan mereka kita perhatikan sebagai bekal akhirat mereka,” katanya.

Melalui momentum milad ini, pihaknya juga mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersatu tanpa sekat organisasi. “Makanya pada Milad ini semua pimpinan organisasi kami undang, karena Baiturrahim tidak boleh ada sekat dengan organisasi yang lain,” ujarnya. (*/r7) 

Editor : Akbar Sirinawa
#Ponpes #pesantren #MIlad #pondok #penampilan