Lombokpost-Kondisi dua ruang kelas SDN 5 Kotaraja Kecamatan Sikur cukup memprihatinkan. Bagian atap bangunan mulai lapuk dan bocor di sejumlah bagian. Kondisi ini disebabkan bangunan sekolah termakan usia, namun tidak kunjung diperbaiki.
"Tetap kami gunakan, karena sudah tidak ada lagi kelas yang bisa kami pakai. Kelas yang rusak ini merupakan kelas 4 dan 5," terang salah seorang guru SDN 5 Kotaraja Nurul Mujahidin, kepada Lombok Post, Rabu (6/5).
Kata dia, jika terjadi hujan, air masuk dan menggenangi kelas sehingga sangat mengganggu proses belajar. Tidak jarang alat tulis siswa juga basah.
Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak
Kondisi ini berlangsung cukup lama. Untuk mengantisipasi bangunan roboh, dua kelas tersebut dipasangkan tiang penyangga. Namun, para guru tetap khawatir jika bangunan tiba-tiba ambruk, terutama saat proses belajar berlangsung ketika hujan.
"Meskipun kondisi kelas rusak dan berbahaya, tetapi proses belajar dan ujian tetap kami lakukan di kelas itu. Sudah lama kami pasangkan tiang penyangga," jelasnya.
Proses ujian mulai dari Tes Kemampuan Akademik (TKA), Penilaian Akhir Tahun (PAT), ujian praktik, hingga ujian sekolah tetap berlangsung di bangunan tersebut karena hanya itu yang bisa dimanfaatkan. Pihak sekolah bahkan memanfaatkan perpustakaan yang kondisinya juga tidak layak sebagai ruang kelas, mengingat jumlah siswa di SDN 5 Kotaraja mencapai 106 orang.
Baca Juga: Dikbud Lombok Timur Kembali Usulkan Sekolah Rusak Dari Dana Revitalisasi
Bangunan yang rusak ini sudah sering dilaporkan dan dijanjikan untuk segera diperbaiki. Bahkan sejak kepala dinas Dikbud sebelumnya, bangunan tersebut sudah disurvei dan dijanjikan segera diperbaiki. Namun hingga saat ini belum terealisasi.
"Kami juga sudah ajukan melalui revitalisasi pusat. Tetapi pengajuan ditolak sama sistem. Kami tidak tahu apa penyebabnya," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim M Nurul Wathoni mengatakan, jumlah sekolah yang rusak berat di Lotim, terutama jenjang SD, mencapai ratusan sekolah.
Baca Juga: Dikbud Lombok Timur Siapkan Rp 15 Miliar untuk Perbaiki Sekolah Rusak
"Jumlah SD yang masih rusak hingga saat ini mencapai ratusan lebih. Kalau SMP alhamdulillah tidak terlalu banyak termasuk juga TK. Yang jadi PR besar kita sekarang adalah yang SD yang jumlahnya 100 lebih," terangnya. (par/r7)
Editor : Prihadi Zoldic