LombokPost-Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Sembalun belum berjalan maksimal.
Rendahnya partisipasi masyarakat untuk memeriksa kesehatan menjadi tantangan utama karena sebagian besar warga lebih banyak bekerja di ladang.
“Tantangan terbesar untuk pelaksanaan program CKG ini adalah mengerahkan para sasaran untuk ke puskesmas,” terang Kepala Puskesmas Sembalun drg Baiq Basrahiyah, Kamis (8/5).
Dijelaskan, tujuan utama program CKG adalah melakukan deteksi dini penyakit yang dialami masyarakat sehingga dapat segera ditangani sebelum semakin parah.
Program tersebut juga diharapkan mampu mengubah pola hidup masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.
Baca Juga: Kasus Stunting Turun, Program CKG Sasar Jutaan Jiwa
Ia berharap masyarakat tidak hanya datang ke puskesmas ketika sakit, tetapi juga meluangkan waktu untuk memeriksa kondisi kesehatan secara rutin.
“Jadi jangan menunggu sakit dulu baru ke puskesmas. Kami ingin masyarakat sadar dan meluangkan waktu untuk dirinya sendiri,” jelasnya.
Tenaga kesehatan di Puskesmas Sembalun disebut selalu siap melayani masyarakat.
Namun cakupan program CKG di wilayah tersebut masih perlu ditingkatkan karena faktor geografis dan kesibukan warga yang mayoritas bekerja di ladang menjadi tantangan terbesar.
Baca Juga: DWP Dinas Kesehatan Mataram Gencar Kampanyekan CKG, Sasar Kampus hingga Lapas Perempuan
Sinergi dengan pemerintah desa, dusun, dan berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar rutin memeriksa kesehatan di puskesmas.
“Kita sudah bergerak tapi belum maksimal karena faktor medan dan masyarakat banyak ke ladang mencari nafkah,” katanya.
Bahkan dalam sejumlah kegiatan di kawasan Sembalun, pihak puskesmas juga melakukan jemput bola dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat maupun wisatawan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Editor : Kimda Farida