Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sistem Zonasi Masih Jadi Tantangan PPDB

Supardi • Senin, 18 Mei 2026 | 16:47 WIB

 

M Nurul Wathoni
M Nurul Wathoni

LombokPost - Sistem zonasi masih menjadi tantangan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Lombok Timur (Lotim). Sebab, sejumlah sekolah memiliki minat tinggi dari masyarakat, sementara kapasitas penerimaan siswa terbatas.

“Misalnya ada sekolah dasar (SD) yang hanya diperbolehkan menerima dua rombongan belajar (rombel), sedangkan jumlah pendaftar melebihi kapasitas tersebut,” terang Kepala Dikbud Lotim M Nurul Wathoni, Minggu (17/5).

Kondisi itu diakui kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat yang ingin anaknya masuk ke sekolah tertentu. Namun, penambahan rombel tidak bisa dilakukan karena sudah diatur dalam ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Dikbud Lotim Larang Konvoi dan Study Tour, Imbauan Kegiatan Kelulusan untuk Sekolah

Ia menilai, masyarakat masih memiliki pandangan bahwa sekolah tertentu lebih unggul dibanding sekolah lain. Padahal, sekolah lain juga memiliki kualitas dan prestasi yang tidak jauh berbeda.

“Makanya kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui para guru agar orang tua memahami sistem zonasi yang berlaku. Kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat,” jelasnya.

Sekolah yang masih kurang diminati diharapkan terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Terutama sekolah di pedesaan yang kerap mendapatkan siswa baru dalam jumlah sedikit. Kondisi itu juga dipengaruhi persaingan dengan pondok pesantren dalam menarik peserta didik.

Baca Juga: Dikbud Lotim Pastikan Gaji dan THR Guru PPPK Paro Waktu Mulai Dibayarkan

Terkait sekolah dengan jumlah siswa yang sangat minim, pihaknya akan melakukan evaluasi. Pada tahun sebelumnya, ada sekolah yang ditutup karena jumlah siswa terlalu sedikit.

“Ada sekolah yang siswanya sangat sedikit, bahkan lebih banyak gurunya, ini yang akan menjadi bahan evaluasi,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada sejumlah sekolah untuk tetap beroperasi sebelum dilakukan penggabungan dengan sekolah lain. Beberapa SD di Lotim yang berada dalam satu jalur sempat direncanakan digabung. Namun setelah diberikan waktu, sekolah itu masih mendapatkan siswa baru sehingga tetap dipertahankan.

Baca Juga: Dikbud Lotim Pastikan Gaji dan THR Guru PPPK Paro Waktu Mulai Dibayarkan

“Kami tetap memberikan kesempatan karena ada pertimbangan keberadaan guru dan pemenuhan beban kerja sertifikasi. Ternyata dalam beberapa bulan masih ada penerimaan siswa baru,” ucapnya.

Proses PPDB jenjang SD dan SMP masih berlangsung. Seluruh proses PPDB dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari kementerian yang kemudian disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Selain itu, Pemkab Lotim juga menyiapkan sejumlah regulasi untuk memastikan proses PPDB berjalan transparan.

Baca Juga: Kepala MAN 1 Lotim Dilantik Jadi Kepala Dinas Dikbud

“Penerimaan siswa baru sudah ada jumlah dan juknisnya dari kementerian, kemudian kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” tutupnya. (par/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#zonasi #ppdb #siswa baru #Dikbud #siswa