Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wamen Koperasi Apresiasi Koperasi Syariah di Lombok Timur, Dinilai Berhasil Berdayakan Masyarakat

Supardi • Senin, 29 Juni 2026 | 18:24 WIB

 

TERIMA: Sekda Lombok Timur M Juaini Taofik saat menerima kunjungan Wakil Menteri koperasi
TERIMA: Sekda Lombok Timur M Juaini Taofik saat menerima kunjungan Wakil Menteri koperasi

 

LombokPost - Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengunjungi Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Desa Rarang, Kecamatan Terara. Koperasi ini yang telah ada sejak tahun 1993 ini telah melakukan pemberdayaan kepada anggotanya melalui semangat gotong royong serta menjalankan program koperasi yang sehat.

"Ini menunjukkan bahwa pengurus koperasi amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemilik sekaligus pengelola. Perjuangan ini sangat inspiratif, terutama bagi para ibu rumah tangga, " Terang Wamen Koperasi Farida Farichah data kunjungan kerja ke Desa Rarang. 

Ia sangat mengapresiasi atas manfaat yang dirasakan masyarakat dengan keberadaan Koperasi tersebut. Koperasi ini memiliki surat izin resmi dari kementerian dan benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peminjaman modal, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Koperasi NTB Didorong Adaptif Digitalisasi

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang masih mempercayai koperasi di tengah maraknya pinjaman online. Di era serba digital ini, memilih koperasi berarti memilih kepatuhan pada aturan dan sistem yang sehat. 

"Ada dua kunci sukses agar koperasi menjadi besar, yaitu pengurus yang amanah dan anggota yang percaya penuh pada pengelolaan dana untuk pemberdayaan. Dan Koperasi Karya Terpadu Madani telah memiliki dua kunci itu, " Jelasnya.

Saat ini, modal atau aset koperasi tercatat lebih dari Rp16,5 miliar. Wamen juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga.

Baca Juga: Kadis Koperasi dan UMKM NTB Sebut Penggunaan Gedung Sementara KDKMP Kekeri Hal Wajar

Pemahaman tentang tata kelola keuangan dinilai sangat penting agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh pinjaman online ilegal dan tidak mudah tertipu. Para anggota diharapkan dapat berbagi ilmu keuangan ini agar masyarakat lainnya juga teredukasi.

Selain itu, Wamen mengingatkan adanya program pemerintah yakni Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang merupakan koperasi milik masyarakat untuk masyarakat. Ke depan setelah koperasi ini berjalan, masyarakat diharapkan bisa menjalankan dan menjaganya dengan baik. 

"Kami harap program ini dapat berkembang dalam kurun waktu 1 hingga 5 tahun ke depan. Sehingga Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk simpan pinjam serta pembelian kebutuhan sehari-hari seperti sembako, " Jelasnya. 

Baca Juga: Pemkot Usulkan Tiga Lokasi Gerai Koperasi Merah Putih Baru

KDKMP ini hadir untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pangan murah, akses modal yang mudah, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok. 

Sementara, Sekda Lotim M Juaini Taofik menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenkop dan menjelaskan sejumlah program unggulan daerah. Salah satunya adalah program percepatan akses keuangan daerah yang berhasil meraih juara 1 tingkat nasional. 

"Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang, yaitu program pemberian kredit tanpa bunga yang bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas praktik rentenir. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan," ujarnya.

Baca Juga: Progres Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Mataram Baru 50 Persen

Ia mengakui bahwa Pemkab Lotim banyak berguru dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani. Ia menjelaskan bahwa koperasi yang awalnya merupakan Koperasi Serba Usaha (KSU) pada tahun 2022.

Kini bertransformasi menjadi Koperasi Konsumen dengan mengedepankan prinsip syariah dan kawasan bebas riba. Hal ini dinilai sangat sesuai dengan karakteristik masyarakat Lotim yang mayoritas beragama Islam.

"Kami berharap kehadiran Ibu Wakil Menteri dapat menjadi semangat bagi para anggota koperasi, yang sebagian besar adalah generasi pertama. Dari satu anggota, dapat berkembang menjadi tiga, lalu sembilan, dan seterusnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Koperasi Karya Terpadu Madani," ujarnya. 

Baca Juga: Kesulitan Lahan, Koperasi Desa Merah Putih di Malaka Belum Bisa Dibangun

Sebelumnya, Ketua Koperasi Konsumen Syariah Terpadu Madani Baiq Rusmiati, mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Koperasi RI sebagai bentuk perhatian terhadap koperasi di Desa Rarang. Berawal dari kelompok kecil petani dan nelayan dengan 10 orang pada tahun 1993, koperasi ini resmi berdiri pada tahun 1998 dan kini memiliki 4.902 anggota dengan total aset mencapai lebih kurang Rp20 miliar berupa dana dan bangunan fisik.

"Sepanjang perjalanannya, koperasi ini telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah pusat dari era Presiden Soeharto hingga Jokowi, " Ujarnya. 

Selain bergerak di bidang ekonomi, Kopmensyah Karya Terpadu Madani juga bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Koperasi telah memiliki pula aula dan tempat pelatihan sebagai pusat berbagi ilmu, serta berkomitmen mengikuti perkembangan digital dan menjalin kemitraan dengan pemerintah pusat hingga luar negeri untuk terus berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan koperasi dapat terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Lotim.(par) 

 

 

 

Editor : Marthadi
#koperasi #koperasi syariah #KOPERASI MERAH PUTIH #Lotim #KDKMP