Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IAIH Pancor Gelar Diskusi Antropologi Bersama Peneliti dari Kanazawa University Jepang

Supardi • Sabtu, 4 Juli 2026 | 09:18 WIB
DIKUSI: Wakil Rektor 1 IAIH Pancor saat foto bersama dengan pemateri diskusi antropologi dari alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University, Jepang Saki Tanada.
DIKUSI: Wakil Rektor 1 IAIH Pancor saat foto bersama dengan pemateri diskusi antropologi dari alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University, Jepang Saki Tanada.

LombokPost- Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar diskusi antropologi bertaraf internasional dengan menghadirkan narasumber alumni Program Doktor Antropologi dari Kanazawa University, Jepang Saki Tanada.

Wakil Rektor I Bidang Akademik IAI Hamzanwadi Pancor, Dr Abdul Hayyi Akrom sangat mengapresiasi Saki Tanada yang telah memberikan waktu dan ilmunya dalam diskusi tersebut.

“Kami ucapkan terima kasih dan selamat datang kepada Ibu Saki Tanada di IAI Hamzanwadi Pancor,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan serupa dengan narasumber internasional dapat terus digalakkan di IAIH Pancor dalam rangka kolaborasi dan produksi ilmu pengetahuan.

Baca Juga: IAIH Hamzanwadi Pancor Buka Program Magister Studi Islam

Sementara dalam paparannya, Saki Tanada menyoroti banyaknya hal yang danggap biasa atau sepele oleh masyarakat, jika dikaji melalui perspektif antropologi, memiliki makna yang sangat mendalam.

"Salah satu contoh menarik adalah budaya ngidam di kalangan masyarakat Sasak. Fenomena ngidam bukan sekadar keinginan ibu hamil, melainkan sebagai bentuk pengenalan (recognize) terhadap bayi dalam kandungan sebagai anggota keluarga dan masyarakat, " Tegangnya.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan upaya preventif dari keluarga dan masyarakat untuk memberikan perlindungan serta perhatian kepada sang ibu setelah menerima amanah dari Tuhan.

Baca Juga: PIAUD IAIH Pancor Gelar Praktik Penyajian PMT untuk Anak Usia Dini

Selain ngidam, diskusi juga menyentuh tradisi ketemuk—interaksi antara orang yang masih hidup dengan yang telah meninggal—yang juga mendapatkan perhatian dalam kajian antropologinya.

" Hal ini sejalan dengan disertasi doktoral saya yang berjudul "The Mother-Child Bonding in Pregnancy, Childbirth, and Postnatal: An Ethnographic Study of Birthing among Sasak People in Lombok"katanya.

Ia menekankan pentingnya riset antropologi untuk mengubah cara pandang dunia. Sebelum riset-riset dari negara berkembang dipublikasikan, pandangan masyarakat negara maju terhadap negara berkembang kerap rendah. Namun, setelah para ilmuwan mengungkap makna di balik realitas kehidupan masyarakat, penghargaan antarmanusia meningkat.

Baca Juga: IAIH Pancor Gelar Seminar Internasional

“Apa yang menjadi realitas kehidupan di tengah kita perlu diangkat secara ilmiah agar dunia lain tahu, sehingga mampu memberikan penghormatan terhadap orang lain,” pungkasnya. (par) 

Editor : Kimda Farida
#diskusi #internasional #IAIH NWDI Pancor #Lotim #Hamzanwadi