LombokPost-Classroom of Hope Australia bersama The Phillips Foundation meresmikan empat ruang kelas baru SDN 4 Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). SDN 4 Wakan menjadi sekolah ke-50 yang dibangun Classroom of Hope melalui Yayasan Happy Heart di Lotim.
“Sejauh ini kami sudah membangun sebanyak 50 sekolah dengan 184 kelas di Pulau Lombok. Pembangunan sekolah dari daur ulang sampah plastik ini kami mulai di Lombok sejak tahun 2018 lalu,” terang CEO Classroom of Hope Australia Tanya Armstrong seusai peresmian gedung, Jumat (3/7).
Ia menceritakan, pihaknya tergerak membantu membangun sekolah di NTB setelah merasakan dampak gempa bumi yang melanda Lombok pada 2018 lalu. Saat itu, para pendiri Classroom of Hope juga merasakan dampak gempa bumi dari Bali.
Baca Juga: Dikbud Lotim Gandeng Happy Heart Bantu Revitalisasi Sekolah di Lotim
Sebagai badan amal yang berfokus pada pendidikan di Asia Tenggara, pihaknya langsung bergerak membantu pemerintah NTB pascagempa. Salah satunya dengan membangun sekolah darurat bagi anak-anak yang sekolahnya terdampak.
“Agar anak-anak bisa kembali lagi ke sekolah. Karena saat itu sekitar 400 sekolah hancur oleh gempa bumi,” katanya.
Setelah berhasil membangun sekolah sementara, beberapa tahun kemudian Classroom of Hope Australia membangun sekolah blok berbahan baku sampah plastik daur ulang. Ia berharap semakin banyak sekolah dapat dibangun ke depan. Bahkan, ia menargetkan minimal 10 hingga 12 sekolah dibangun setiap tahun.
Baca Juga: Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8
“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan kami berharap sekitar 50 sekolah lagi dapat kami bangun. Tapi ini sangat bergantung pada pendanaan,” katanya.
Pembangunan sekolah blok sejauh ini baru dilakukan di Pulau Lombok. Namun, ia berharap bisa dikembangkan ke pulau-pulau lain di Indonesia. Terutama sekolah-sekolah dengan kondisi tidak layak dan sangat memprihatinkan.
Sementara itu, Kepala SDN 4 Wakan Nursaid mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan empat ruang kelas itu. Bahkan, bangunan yang didapat melebihi usulan awal, yakni sebanyak tiga kelas.
Baca Juga: Bupati Lotim Laporkan Kondisi Sekolah Rusak ke Menteri Pendidikan
“Kelas yang dibangun ini bukan kelas sembarangan. Ini kelas antigempa dan tahan api. Dan menurut hasil penelitian sekolah ini bisa bertahan hingga 100 tahun. Terima kasih sekali lagi kepada Classroom of Hope Australia, Happy Heart, dan The Phillips Foundation serta pihak lainnya yang telah membantu,” katanya.
Sekdis Dikbud Lotim Lalu Bayan Purwadi menyampaikan, selama ini Classroom of Hope Australia melalui Yayasan Happy Heart sudah banyak membantu Dikbud Lotim membangun sekolah-sekolah dengan kondisi sangat memprihatinkan. Terutama sekolah bekas gempa 2018 lalu.
“Di Lotim sekolah yang sudah dibangun sebanyak 20 sekolah, terutama yang ada di daerah terluar, terjauh, dan terpencil (3T),” katanya.
Baca Juga: Pemkab Lotim Kolaborasi dengan NGO Bangun Sekolah Rusak
Jumlah sekolah rusak berat di Lotim mencapai 154 lebih. Untuk itu, ia berharap Classroom of Hope Australia kembali membantu memperbaiki sekolah rusak di Lotim. Terlebih, kondisi fiskal Lotim tahun ini sangat terbatas.
Kata dia, seluruh sekolah rusak berat itu telah diajukan untuk mendapatkan dana revitalisasi dari pemerintah pusat. Namun, baru 49 sekolah yang telah diverifikasi.
“Makanya kita dorong yang tidak dapat bantuan revitalisasi ini. Mudah-mudahan kita bisa dibantu kembali untuk pembangunan sekolah ini,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, para donatur juga menyerahkan bantuan buku, alat olahraga, dan berbagai sarana belajar lainnya. (par/r7)
Editor : Kimda Farida