LombokPost - Dinas Kesehatan Lombok Timur (Lotim) terus menggencarkan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi langkah identifikasi dan pencegahan dini terhadap penyakit di masyarakat.
"Alhamdulillah tingkat keaktifan masyarakat untuk melakukan CKG di masing-masing wilayah saat ini mulai mengalami tren positif. Masyarakat sudah mulai sadar pentingnya CKG ini," terang Kepala Dinas Kesehatan Lotim Lalu Aries Fahrozi, Minggu (4/7).
Hingga awal Juni, capaian CKG di Lotim sudah mencapai 29 persen lebih, dari target 46 persen pada 2026. Melihat capaian ini, pihaknya optimistis target bisa tercapai.
Baca Juga: Kasus Stunting Turun, Program CKG Sasar Jutaan Jiwa
Pada 2025 lalu, capaian CKG hanya mencapai 35 persen. Hal itu karena persiapan belum maksimal. Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar penyakit yang ditemukan merupakan penyakit tidak menular, yakni hipertensi dan diabetes.
"Itu penyakit yang banyak kita temukan dari hasil CKG. Dua penyakit ini masuk dalam 12 standar pelayanan minimum (SPM) yang ada di kesehatan," katanya.
Menurut Aries, jika penyakit itu diketahui lebih awal, maka bisa dikelola dan dicegah dengan baik. Hipertensi bisa dikontrol dengan mengakses layanan kesehatan, minum obat teratur, atau melalui aktivitas teratur.
Baca Juga: DWP Dinas Kesehatan Mataram Gencar Kampanyekan CKG, Sasar Kampus hingga Lapas Perempuan
"Demikian juga dengan diabetes dari awal kalau dia sudah tahu punya potensi atau risiko diabetes, dia bisa mengakses layanan kesehatan sehingga gula darahnya juga terkontrol," katanya.
Selain dua penyakit itu, penyakit yang cukup banyak ditemukan adalah tuberkulosis (TBC). Jumlahnya mencapai 926 kasus positif sepanjang tahun ini. Namun, semua pasien sudah mendapatkan penanganan.
Tantangan saat ini adalah kontak erat pasien di lingkungan tempat tinggal. Kontak erat harus ditelusuri dengan baik. Dari hasil pemeriksaan, sekitar 1.020 orang diduga menjadi kontak erat pasien TBC.
"InsyaAllah untuk TBC, pada bulan Juli, bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTB akan melakukan screening di 196 desa," pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Kesmas Dikes Lotim M Zaini Jauhari menambahkan, partisipasi masyarakat untuk mengakses layanan CKG di Lotim sangat tinggi. Bahkan, partisipasi masyarakat menjadi yang tertinggi di NTB.
"Selama ini teman-teman tetap bekerja sesuai dengan juknis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan," katanya.
Baca Juga: 86 Ribu Warga Lotim Manfaatkan CKG
Namun, Zaini menyebut kendala saat ini adalah Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) pemeriksaan laboratorium di beberapa puskesmas yang belum tersedia. Seperti pemeriksaan kolesterol dan asam urat. (par/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post Online