Lombokpost-Pelayanan kesehatan bagi wisatawan, terutama wisatawan asing yang berkunjung ke Sembalun, di RSUD Selaparang Kecamatan Suela belum maksimal. Kondisi ini karena RSUD Selaparang masih berstatus rumah sakit tipe D Pratama atau setara dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), bukan rumah sakit rujukan.
“RSUD Selaparang awalnya memang dirancang untuk mendukung sektor pariwisata di kawasan Sembalun. Karena Sembalun merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang banyak dikunjungi wisatawan,” terang Direktur RSUD Selaparang Muhammad Azwardi, Kamis (16/7).
Anggaran pembangunan RSUD Selaparang juga berasal dari Kementerian Pariwisata. Selama ini, rumah sakit itu telah melayani wisatawan yang mengalami kecelakaan di jalur wisata Sembalun. Rumah sakit juga menangani wisatawan yang mengalami hipotermia akibat cuaca dingin.
Baca Juga: RSUD Selong Kembangkan Layanan Operasi Laparoskopi
Namun, pelayanan kepada wisatawan belum maksimal, terutama bagi wisatawan asing. Wisatawan asing yang datang bahkan kerap membawa peralatan medis sendiri yang lebih lengkap.
“Tapi kita sekarang sudah menjalin kerja sama dengan Klinik Nusa Medica di Sembalun yang akan melayani para wisatawan,” katanya.
Terkait kerja sama ini, pihaknya masih menunggu sumber daya manusia (SDM), terutama dokter spesialis. RSUD Selaparang juga masih membutuhkan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Baca Juga: Siapkan Rp 5 Miliar untuk Lahan Parkir RSUD Praya
Selain pelayanan bagi wisatawan, jumlah kunjungan ke RSUD Selaparang masih minim. Rata-rata pasien berkisar antara 15 hingga 20 orang per hari. Sementara pasien rawat sekitar 10 orang per hari.
“Minimnya kunjungan ini juga disebabkan karena RSUD Selaparang bukan rumah sakit rujukan. Sehingga masyarakat langsung merujuk ke RSUD Soedjono Selong,” tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim Lalu Aries Fahrozi berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Selaparang. Langkah itu untuk menunjang layanan kesehatan di kawasan pariwisata Sembalun.
RSUD Selaparang juga didorong bekerja sama dengan Klinik Nusa Medica di Sembalun. Kerja sama itu untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi wisatawan.
“Tetapi nanti kita akan tingkat dulu fasilitasnya, layanannya dan kelasnya. Sehingga dia bisa bekerja sama dengan klinik yang ada di Sembalun,” terang Lalu Aries Fahrozi. (par/r7)
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post