Mereka akan berlaga dalam 37 cabor yang tersebar di empat klaster. Yakni, Kota Jayapura, Kab Jayapura, Kab Mimika, dan Kab Merauke.
Ketua Tim Keabsahan PON XX/2020 Soedarmo berharap, semua atlet yang berkompetisi itu bisa menjaga kondisi fisiknya.
”Dengan dilakukan validasi dan keabsahan atlet ini, maka pelaksanaan PON sudah tidak ada lagi masalah. Semoga para atlet yang terdaftar bisa ikut serta dengan lancar,” kata Soedarmo dalam keterangan resminya.
Adanya validasi jumlah atlet itu akan mempermudah PB PON untuk mendata akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Sebab, mereka bakal menerapkan sistem gelembung pada multievent empat tahunan tersebut. Serta, sangat mungkin digelar tanpa penonton.
Hanya saja, PB PON masih memiliki pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Yakni, buku panduan tentang protokol kesehatan kepada setiap kontingen.
Pada CdM meeting pada Jumat lalu (27/8), sebenarnya pembahasan selesai. Mereka juga meminta setiap kontingen harus menjalani karantina selama lima hari sebelum keberangkatan.
”Tetapi, belum bisa dibawa pulang. Masih difinalisasi dan disusulkan untuk dikirim ke KONI provinsi. Karena, itu merupakan buku panduan tentang pelayanan-pelayanan yang akan diberikan,” kata Ketua Panitia Pengawas dan Pengawas PON XX/2020 Suwarno. Editor : Redaksi Desain Grafis