"Ini event pembuka setelah lama vakum karena pandemi covid-19," kata Ketua Pengprov IMI NTB Nur Haedin, kemarin (31/10).
Event yang berlangsung dua hari (30-31 Oktober) ini kolaborasi Zigzag Otomotif Club (ZOC) dan Pengprov IMI NTB. Event ini mempertandingkan 22 kelas dan diikuti ratusan peserta. Total hadiah yang diperebutkan Rp 100 juta.
"Kita terapkan prokes ketat sehingga peserta disiplin. IMI terapkan sanksi tegas dikeluarkan dari sirkuit jika langgar prokes. Supaya para pembalap disiplin di tiap kejuaraan," tegas dia.
Dari 22 kelas yang dipertandingkan juga terdapat kelas untuk pembalap wanita. Yakni kelas matic tune up sampai dengan 200 CC yang diikuti 12 peserta. Juga bracket 9 yang diikuti 15 peserta. "Ada juga kelas khusus untuk pembalap lokal dan kelas open yang terbuka untuk pembalap mana saja," katanya.
Menurut Edo, event ini juga ajang pencarian pembalap drag berbakat dari NTB. Untuk diturunkan pada kejurnas Dragbike tahun depan. "Nomor dragbike ini sedang diupayakan untuk dilombakan di ajang PON. Sehingga mulai dari sekarang IMI NTB mencari atlet atlet unggulan," tuturnya. "Juara dari 22 kelas ini didominasi pembalap NTB," bebernya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis