Diketahui, Perbasi NTB periode 2022-2026 dipimpin Mohammad Shalahuddin. ”Pengurus yang baru dilantik harus siap menghadapi agenda penting yang sudah menanti di depan,” kata Danny.
Dia menegaskan, pekerjaan rumah yang harus menjadi prioritas adalah mempersiapkan atlet untuk PON XXII/2028, saat NTB menjadi tuan rumah. Sebagai tuan rumah PON, sarana dan prasarana harus lengkap. ”Untuk menunjang tuan rumah akan dibangun sarana olahraga. Venue inilah yang harus dimanfaatkan berkelanjutan,” jelasnya.
Pengprov Perbasi NTB tidak boleh membiarkan sarana yang sudah dibangun menjadi tidak terurus. Karena ini sudah terjadi di provinsi lain, yang pernah menjadi tuan rumah PON. ”Venue harus dirawat. Gunakan untuk pengembangan dan pembibitan atlet,” tuturnya.
Pria berkepala plontos ini mengatakan, cabor basket bisa menjadi industri olahraga di NTB. Dengan syarat pengprov bisa mengemasnya dengan menarik dan punya nilai jual agar mitra kerja tertarik mensupport event yang digelar.
Kepala Dispora NTB Tribudi Prayitno mengatakan, membangun prestasi olahraga itu tidak bisa sendiri-sendiri. Pengprov harus bekerja sama dengan pihak ketiga, baik itu pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Sekretaris KONI NTB M Nur Haedin berharap pengurus baru Perbasi NTB bisa terus kompak dan harmonis dalam menjalankan roda organisasi. Dia menekankan kepada Ketua Perbasi NTB untuk membuang krikil-krikil yang sekiranya bertujuan hanya untuk mengganggu pembinaan yang dilakukan Perbasi NTB.
Ketua Pengprov Perbasi NTB Mohammad Shalahuddin mengaku sudah menyiapkan sejumlah program kerja. Seperti peningkatan SDM pelatih dan wasit. Termasuk pula pembinaan atlet usia dini yang berkelanjutan serta kompetisi yang berjenjang dan juga berkelanjutan.
”Ini beberapa program prioritas yang sudah diagendakan menuju Perbasi NTB berprestasi,” terang pria yang akrab disapa Dino ini.
Saat ini NTB baru memiliki satu pelatih yang sudah berlisensi A nasional. Padahal NTB memiliki banyak klub atau akademi. Jika dikelola dan dilatih pelatih yang bagus, sambung dia, bukan tidak mungkin bisa berprestasi hingga keluar daerah, bukan hanya regional saja. ”Jadi peningkatan SDM pelatih ini harus menjadi prioritas utama jika kita ingin prestasi NTB meningkat,” katanya.
Dari sektor perwasitan, Dino menyebut saat ini NTB saat ini hanya memiliki tiga wasit yang berlisensi A dan wasit berlisensi B. ”NTB memiliki banyak event atau turnamen, sehingga kita perlu meningkatkan SDM di bidang perwasitan ini juga. Juga pembinaan atlet usia dini dan berkelanjutan,” tuturnya.
Pembinaan atlet yang dimulai dari usia dini merupakan salah satu langkah untuk membentuk tim yang siap dan berprestasi. Dengan adanya akademi bola basket di setiap kabupaten dan kota, lanjut dia, akan lebih mempermudah pembinaan usia dini. ”PON 2028 menjadi target jangka menengah yang paling pas. Pembentukan kerangka tim dan pembinaan secara berkelanjutan mulai dari sekarang harus kita lakukan agar cabang olahraga bola basket dapat bersaing,” pungkasnya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis