Miftah menjelaskan, pada kejuaraan yang diikuti 68 peserta ini, Keenan turun di kategori KU-12 tahun. Dalam event yang menggunakan sistem Swiss 9 Babak ini, Keenan menunjukkan performa yang bagus. ”Jadi tiap peserta bertanding sembilan kali dengan lawan yang berbeda. Peserta dengan poin tertinggi di akhir menjadi juara,” katanya.
Keenan harus menghadapi lawan-lawan dari Jatim, Bali, Jateng, dan DKI Jakarta. Dari sembilan pertandingan yang dijalani, Keenan meraih tujuh kemenangan dan dua hasil imbang. ”Pertandingan terakhir melawan Bali. Dia hanya butuh hasil imbang karena poinnya sudah unggul dari lawan yang lain,” tuturnya.
Prestasi Keenan sedang menanjak. Sebelumnya Keenan juga meraih medali emas dalam Kejurnas Catur ke-49. Dengan raihan satu medali emas, NTB menempati peringkat ketujuh klasemen perolehan akhir medali. ”Pecatur junior memang harus lebih banyak menjalani pertandingan. Ini untuk menambah jam terbang dan pengalamannya,” cetusnya.
Menurut Miftah, dalam waktu dekat Keenan juga akan mengikuti kejuaraan catur Asean Age 21 yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand. Event ini berlangsung 17-27 Juni mendatang. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis