LombokPost-Sempat memimpin balapan dari awal hingga laps terakhir, Arai Agaska Dibani Laksana harus puas berada diposisi keempat kelas Asia Production (AP) 250 CC di ajang Asian Road Racing Championship (ARRC) 2024 pada race pertama di Sirkuit Internasional Mandalika, Sabtu (27/7).
Posisinya harus tergeser oleh sesama tim dari Yamaha Racing Indonesia.
Posisi pertama berhasil diraih Reynaldo C Ratukore dengan catatan waktu 18:05.640, posisi ketiga ditempati pembalap Muhammad Faerozi Q dengan catatan waktu 18:07.039.
Sementara posisi runner up diperoleh Cao Viet Nam pembalap dari Honda Racing Vietnam Team dengan catatan waktu 18:06.292. Sedangkan Arai Agaska mencatatkan waktu 18:07.25.
Arai Agaska mengatakan, diawal balapan hingga jelang akhir lap sempat memimpin.
Bahkan empat pembalap dari Yamaha sempat mendominasi urutan satu hingga keempat.
"Namun mungkin karena terlalu memaksa sehingga buru-buru dan mengalami slide (lap terakhir, red). Race final Minggu esok target naik podium," singkatnya, Sabtu (27/7).
Terpisah, Reynaldo C Ratukore mengatakan, kondisi di lintasan saat balapan berlangsung sengit dan ketat.
Mengingat ini adalah balapan tingkat Asia sangat memacu adrenalin dan memberikan tekanan.
Sebagai wild card, tentu persiapan yang dilakukan belum semaksimal pembalap reguler seperti Arai Agaska. Tetapi dengan kerja keras, Rey mencoba push kuda besinya menjelang lap terakhir.
"Dari awal lap hingga akhir saya coba push didepan sehingga mendapatkan ritme yang baik dan bagus," ucap Rey.
Muhammad Faerozi Q yang sempat mengalami patah pltulang dikaki saat balapan di Jepang, menunjukkan perform terbaiknya pada race pertama ini.
Meski berada di posisi ketiga, ia mencoba memperkecil jarak point.
"Sangat kuat persaingannya, apalagi yang pembalap wild card tetap harus diwaspadai karena strong (kuat, red) juga mereka apalagi ada Arai Agaska yang sering balapan disini," jelasnya.
Chairman ARRC Round-4 2024 Troy Warokka menuturkan, setiap kelas yang dipertandingkan didominasi pembalap asal Indonesia.
Ini menunjukkan pembibitan yang dilakukan pembalap, organisasi sudah berjalan dengan baik. Indonesia pun diuntungkan sebagai tuan rumah, sehingga proses latihan yang getol menjadi pembeda bagi pembalap lainnya.
"Buat saya, melihat keseriusan pembalap asal Indonesia ini menjadi motivasi bahwa pembalap Indonesia mampu naik level ke yang lebih tinggi," kata Troy. (ewi)
Editor : Kimda Farida