Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Keren, Sirkuit Internasional Mandalika Kantongi Dua Homologasi

Lestari Dewi • Jumat, 9 Mei 2025 | 11:50 WIB
SIAP DIGELAR: Direktur Utama MGPA Priandhi Satria potong nasi tumpeng sebagai tanda peresmian ajang GT World Challenge Asia 2025 di Dinning Hall, Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
SIAP DIGELAR: Direktur Utama MGPA Priandhi Satria potong nasi tumpeng sebagai tanda peresmian ajang GT World Challenge Asia 2025 di Dinning Hall, Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.

Lombok Post-Mandalika Grand Prix Association (MGPA) mengumumkan bahwa Sirkuit Internasional Mandalika kini telah mengantongi dua Homologasi.

Selain Homologasi A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia ini miliki Homologasi Grade 3 dari Federasi Automobil Internasional (FIA).

“Hari ini (kemarin, Red) Sirkuit Internasional Mandalika telah mendapat Homologasi Grade 3 dari FIA,” ucap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di sela konferensi pers GT World Challenge Asia (GTWCA) 2025 di Dinning Hall, Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (8/5). 

Satu sisi dirinya tidak berharap banyak, namun siapa sangka Sirkuit Mandalika dinyatakan lolos dan mendapat Homologasi Grade 3 dari FIA.

Pasca inspeksi lintasan yang dilakukan FIA hingga dilakukannya sesi latihan berbayar pembalap tidak ada komplain khusus yang diterima MGPA.

“Termasuk dari SRO sebagai penyelenggara terhadap sirkuit juga tidak ada. Sehingga kami telah menerima homologasi Grade 3 dari FIA secara resmi, suratnya ada,” tambahnya.

Diakui, hal ini cukup membanggakan mengingat dalam perjalanan menuju homologasi dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja lokal NTB.

Pengerjaan yang dimulai dari nol hingga mendapat homologasi juga tidak mudah. Seperti pemotongan run off lintasan yang tidak gampang namun bisa dilakukan.

“Sebelumnya, sirkuit telah memiliki Homologasi A dari FIM. Dengan bertambahnya Homologasi dari FIA ini maka sirkuit bisa menggelar balapan roda dua maupun roda empat,” kata Andhi sapaannya.

Menyinggung kegiatan pembalap pada Kamis (8/5) di Sirkuit Mandalika, kata Andhi, sesi latihan resmi berbayar (paid test session) menjelang ajang GTWCA 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika telah rampung digelar dalam tiga sesi.

Sejumlah tim memanfaatkan sesi ini untuk mengenal karakter lintasan dan mengatur setelan terbaik jelang sesi kualifikasi.

Pada Paid Test Session 1, duet pebalap dari tim Craft-Bamboo Racing, Wei Lu / Alessio Picariello, tampil impresif dengan mencatatkan waktu tercepat 1:29.669.

Waktu ini menjadi acuan awal bagi tim-tim pesaing dalam memahami grip dan layout sirkuit sepanjang 4,3 Kilometer (Km) tersebut.

Memasuki Paid Test Session 2, kombinasi Lu/Picariello kembali menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang stabil.

Meski catatan waktunya tidak diumumkan lebih cepat dari sesi pertama, mereka tetap mendominasi papan atas dan menegaskan posisi sebagai salah satu kandidat kuat juara di Mandalika.

Namun kejutan hadir pada Paid Test Session 3, ketika pasangan Qi Cao / Jayden Ojeda mencatatkan waktu tercepat hari itu, yaitu 1:28.584, sekaligus menjadi waktu terbaik dari seluruh sesi uji coba.

Performa luar biasa dari tim yang sebelumnya kurang diperhitungkan ini menunjukkan betapa kompetitifnya grid GTWCA tahun ini.

Ajang GTWCA 2025 akan berlanjut dengan sesi kualifikasi dan balapan utama akhir pekan ini.

Sebanyak 34 mobil GT3 dan GT4 dari berbagai negara dijadwalkan ikut serta, menghadirkan atmosfer balap internasional yang makin memperkuat posisi Mandalika sebagai ikon motorsport Indonesia.

“Tim timing MGPA juga mencatat bahwa seluruh sesi paid test berjalan lancar tanpa insiden besar, menunjukkan kesiapan sirkuit dan kru teknis dalam mendukung gelaran akbar ini,” katanya. (ewi/R8) 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #GT World Challenge Asia 2025 #fia #MGPA #Homologasi #FIM #Sirkuit Internasional Mandalika