LombokPost - Masa depan Igor Tudor di Juventus akhirnya menemui titik terang. Setelah serangkaian spekulasi, pelatih asal Kroasia itu resmi memperpanjang kontrak hingga 30 Juni 2027, dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan hingga 2028.
Keputusan ini diambil tepat jelang keberangkatan Juventus ke Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat, di mana Tudor akan menjadi arsitek utama dalam misi besar Si Nyonya Tua.
Kontrak Igor Tudor di Juventus menandai kepercayaan besar dari manajemen klub. Pelatih berusia 47 tahun itu mulai menangani Juventus sejak 23 Maret 2025, menggantikan Thiago Motta.
Dalam waktu singkat, dia mampu membawa Juventus finis di posisi ke-4 Serie A dengan catatan 5 kemenangan, 3 seri, dan hanya 1 kali kalah dari 9 laga.
"Sekarang resmi: Tudor telah memperbarui kontraknya dengan Juventus. Ia akan melatih tim utama pria hingga 30 Juni 2027 dengan opsi satu tahun tambahan," tulis Juventus dalam pernyataan resminya seperti dikutip Reuters.
Lebih dari sekadar perpanjangan kontrak, konfirmasi Igor Tudor sebagai pelatih Juventus juga menjadi sinyal kuat dimulainya proyek jangka panjang.
Damien Comolli, General Manager baru Juventus, menegaskan bahwa pilihan ini bukan bersifat sementara.
“Antusiasme, karisma, dan semangat Juventus tergambar jelas dari Tudor sejak awal memimpin,” ujar Comolli.
Tantangan berat kini menanti Tudor. Bukan hanya membawa Juventus bersaing kembali di papan atas Serie A, tapi juga memimpin skuad ke Piala Dunia Antarklub 2025.
Juventus akan tergabung di Grup G bersama Manchester City, Al-Ain, dan Wydad Casablanca. Laga perdana melawan Al-Ain dijadwalkan berlangsung di Washington D.C., 14 Juni mendatang.
Juventus dan Scudetto adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Namun, sejak terakhir kali juara pada musim 2019–20, I Bianconeri belum mampu mengangkat trofi lagi.
Bahkan posisi terbaik mereka hanya di peringkat 3 pada musim 2023–24. Di sinilah ujian berat Igor Tudor sebagai pelatih Juventus. Target musim depan jelas: juara Serie A dan bersinar di Eropa.
Menariknya, ini jadi momen pembuktian pribadi bagi Tudor. Sepanjang kariernya sebagai pelatih, ia belum pernah menjuarai liga.
Trofi satu-satunya hanyalah Piala Kroasia 2012–13 bersama Hajduk Split. Bahkan dalam beberapa musim terakhir, ia dikenal sebagai pelatih singkat: hanya 8 bulan di Hellas Verona, semusim di Marseille, dan 3 bulan di Lazio.
Kini, dengan kontrak hingga 2027, Tudor dan Juventus punya waktu dan ruang untuk merancang masa depan. “Tantangan berikutnya dimulai musim panas ini,” tulis Juventus.
Keputusan ini juga menutup spekulasi seputar posisi Tudor. Sebelumnya, dia secara terbuka meminta kejelasan sebelum berangkat ke Amerika.
“Saya hanya akan memimpin di Piala Dunia Antarklub jika sudah dipastikan menjadi pelatih musim depan,” tegasnya pada akhir Mei lalu.
Dengan kepastian ini, Juventus memasuki babak baru. Publik Turin tentu berharap, Tudor bisa mengembalikan kejayaan Juventus, baik di Serie A, Liga Champions, maupun panggung dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni