LombokPost - Pecco Bagnaia bikin keputusan mengejutkan di MotoGP Mugello 2025. Rider andalan Ducati Lenovo Team ini nekat tidak memakai cakram besar, padahal trek Mugello dikenal ekstrem soal kecepatan dan pengereman.
Strategi ini langsung jadi sorotan karena bisa jadi bumerang atau malah jadi kunci naik podium di rumah sendiri.
Pecco Bagnaia tetap percaya diri tanpa cakram besar di Mugello. Ia merasa kombinasi motor Ducati Desmosedici GP25 dan gaya balapnya sudah cukup tajam untuk bersaing di papan atas.
Ducati juga tampaknya mendukung penuh langkah ini, meski risiko gagal di depan publik Italia cukup besar.
Mugello: Trek Super Cepat, Tapi Perlu Flow
MotoGP Mugello dikenal punya trek lurus terpanjang di kalender dan zona pengereman berat seperti San Donato.
Biasanya para rider top seperti Jorge Martin hingga Marc Marquez memilih cakram karbon 355mm demi pengereman maksimal.
Tapi Francesco Bagnaia tetap pilih cakram sedang 340mm untuk menjaga flow motor tetap halus.
“Motor lebih lincah tanpa cakram besar. Flow antar tikungan jadi lebih halus, dan saya lebih nyaman,” kata Pecco Bagnaia usai FP2 MotoGP Mugello.
Tanpa Cakram Besar, Ducati Main Risiko
Biasanya, cakram besar dipilih karena memberikan daya pengereman tinggi saat late braking. Tapi, Ducati justru main strategi sebaliknya.
Mereka ingin motor tetap ringan dan cepat masuk-keluar tikungan.
Risiko dari strategi ini:
Motor lebih ringan tapi kurang daya rem maksimal. Respons gas lebih cepat, tapi sulit di tikungan tajam. Ban depan tidak terlalu terbebani, tapi bisa rawan saat overtake.
Tapi menurut Direktur Teknik Ducati, Davide Tardozzi, Pecco paling konsisten dengan setting ini. MotoGP Mugello memang cepat, tapi bukan cuma soal top speed, kata dia.
Data Latihan Pecco Bagnaia Bikin Yakin
Simulasi long run MotoGP Mugello menunjukkan Pecco Bagnaia stabil di kisaran 1:45.1. Ia unggul dari Martin dan Marquez dalam hal kecepatan rata-rata, meski tidak selalu tercepat di tiap sektor.
Tanpa cakram besar, braking zone lebih bersih dan ban depan lebih awet, menurut analis teknis tim Ducati.
Ducati Ingin Lebih dari Sekadar Tampil Baik
Sebagai tim Italia, MotoGP Mugello adalah harga diri Ducati. Mereka tidak hanya ingin finish bagus, tapi juga dominan.
Pecco Bagnaia diharapkan jadi ujung tombak kemenangan dengan strategi berani tanpa cakram besar.
MotoGP 2025 makin panas di Mugello, dan keputusan teknis Pecco bisa jadi penentu apakah Ducati bisa berjaya di kampung halaman.
Francesco Bagnaia percaya diri tanpa cakram besar di MotoGP Mugello. Strategi yang penuh risiko, tapi bisa jadi penentu kemenangan.
Di tengah ketatnya persaingan MotoGP 2025, keputusan seperti ini bisa membuat perbedaan besar.
Apakah strategi Pecco Bagnaia ini berhasil? Semua mata akan tertuju ke sirkuit Mugello akhir pekan ini! (***)
Editor : Alfian Yusni