LombokPost - Pernyataan duka Liverpool FC membuka kenyataan pahit yang mengguncang dunia sepak bola.
Diogo Jota meninggal dunia dalam kecelakaan maut bersama adiknya, André Filipe da Silva, di Zamora, Spanyol.
Kecelakaan tragis ini terjadi Rabu dini hari (3/7) waktu setempat dan langsung menjadi berita utama di seluruh dunia.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa Diogo Jota dan André tewas di tempat kejadian setelah mobil Lamborghini yang mereka tumpangi kehilangan kendali di jalan tol A-52.
Kendaraan mewah tersebut meledak dan terbakar hebat setelah dilaporkan mengalami pecah ban saat menyalip kendaraan lain.
"Liverpool FC tidak akan memberikan komentar lebih lanjut saat ini dan meminta agar privasi keluarga, teman, rekan setim, serta staf klub dari Diogo dan André dihormati saat mereka berusaha menerima kehilangan yang tak terbayangkan ini,” lanjut pernyataan resmi klub.
Dunia Sepak Bola Terpukul
Diogo Jota meninggal dalam usia 28 tahun. Kepergiannya menjadi luka mendalam bagi Liverpool dan Portugal.
Ia baru saja membawa The Reds menjuarai Premier League musim lalu, mencetak 65 gol dalam 182 penampilan sejak datang dari Wolverhampton pada 2020.
Bersama Timnas Portugal, Jota mencatat 49 caps, mengantar negaranya menjuarai UEFA Nations League 2019 dan 2025.
Hanya dua pekan sebelum kejadian, Jota resmi menikahi sang kekasih, Rute Cardoso. Pasangan muda itu dikaruniai tiga anak.
Reaksi Global dan Proses Investigasi
Kepergian Diogo Jota dan André memicu gelombang duka dari klub, federasi, hingga pesohor sepak bola.
UEFA menggelar satu menit mengheningkan cipta sebelum laga Euro Wanita antara Spanyol dan Portugal.
Cristiano Ronaldo, Jamie Carragher, hingga pelatih Jurgen Klopp mengungkapkan kesedihan mereka lewat media sosial dan konferensi pers.
Sementara itu, kepolisian Spanyol masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal adalah pecah ban saat mengebut.
Namun, suara ledakan sebelum mobil terbakar menimbulkan spekulasi soal kerusakan teknis serius.
Penghormatan dan Pemakaman
Liverpool dikabarkan tengah menyiapkan prosesi penghormatan resmi di Anfield. Ratusan karangan bunga dan lilin memenuhi pagar stadion sejak pagi.
Federasi Sepak Bola Portugal juga akan menggelar upacara perpisahan di Penafiel, kota asal Jota dan André.
Akhir yang Terlalu Cepat
Diogo Jota meninggal dunia di tengah karier yang sedang bersinar.
Tak hanya kehilangan mesin gol, Liverpool dan dunia sepak bola kehilangan sosok rendah hati yang dicintai banyak orang.
Kini, jutaan fans hanya bisa mengenang gol-gol indah dan semangat juang sang striker.
“Diogo dan André akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar kami. Selamanya Merah.” – Liverpool FC. (***)
Editor : Alfian Yusni