LombokPost - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) NTB kini memiliki nahkoda baru. Raihan Anwar secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Pengprov Percasi NTB periode 2025-2030 dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar Minggu (13/7).
Seluruh perwakilan dari 10 kabupaten/kota di NTB hadir lengkap dalam Musprov tersebut, menunjukkan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Raihan Anwar.
Ayub Akrianto, Ketua Panitia Musprov Percasi NTB, mengonfirmasi kelancaran Musprov dan terpilihnya Raihan Anwar. Kini, fokus utama kepengurusan baru di bawah pimpinan Raihan Anwar adalah sebuah tugas besar adalah memperjuangkan agar cabang olahraga (cabor) catur dapat dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara/2028. Ini menjadi prioritas utama Percasi NTB.
Raihan Anwar menegaskan bahwa catur saat ini belum masuk dalam daftar cabor PON 2028 yang ditetapkan KONI Pusat. Namun, ia optimis bahwa peluang catur menjadi privilege tuan rumah masih terbuka lebar.
"Kita masih perjuangkan cabor catur jadi privilege tuan rumah. Karena cabor catur belum dimasukkan KONI Pusat sebagai cabor PON 2028," ujar Raihan.
Menurutnya, berdasarkan hasil konsultasi dengan berbagai pihak, kesempatan untuk melobi dan memasukkan catur masih sangat besar saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat mendatang.
"Masih bisa diperjuangkan saat rakernas KONI Pusat nanti. Ini harus kita manfaatkan, kalau cabor catur tidak masuk PON 2028, ini musibah besar," tegas politisi Nasdem tersebut, menunjukkan keseriusan Percasi NTB.
Raihan Anwar juga berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pengurus Besar (PB) Percasi untuk memastikan catur bisa diperjuangkan masuk dalam PON 2028 sebagai hak istimewa tuan rumah.
"Belum ada dalam sejarah catur tidak dipertandingkan di PON. Saya akan perjuangkan apalagi NTB tuan rumah PON 2028," tuturnya. Keinginan kuat Raihan Anwar ini didasari sejarah catur yang selalu hadir di ajang olahraga nasional terbesar itu.
Lebih lanjut, Raihan Anwar mengakui bahwa catur memang belum berhasil menyumbangkan medali untuk NTB dalam dua gelaran PON sebelumnya. Namun, ia menekankan adanya progres yang sangat positif.
Dimulai dengan lolosnya atlet catur NTB ke PON Papua untuk pertama kalinya, kemudian kembali lolos di PON Aceh-Sumut 2024 dengan masuk peringkat enam besar.
"Persaingan di PON memang cukup berat. Provinsi lain memiliki atlet dengan status grand master. Mereka sudah rutin ikut kompetisi internasional," tandas Raihan Anwar, menyadari tantangan berat yang dihadapi atlet catur NTB namun tetap optimis dengan perjuangan Percasi NTB. (puj)
Editor : Pujo Nugroho