Kiper utama timnas Jerman itu absen dalam dua hari awal latihan pramusim Barca musim 2025–2026 di Ciutat Esportiva Joan Gamper.
Klub menyebut sang kiper masih mengalami cedera punggung, tapi pelatih Hansi Flick enggan mengomentarinya lebih lanjut.
Sinyal perpisahan kian nyata setelah Barca mendatangkan Joan Garcia dari RCD Espanyol.
Joan bahkan diproyeksikan memakai jersey nomor 1 yang sebelumnya milik Ter Stegen.
Ini menandakan bahwa Joan kini lebih diutamakan ketimbang Wojciech Szczesny – yang sempat jadi andalan saat Ter Stegen cedera musim lalu – maupun Inaki Pena, kiper jebolan akademi La Masia.
Baca Juga: Pengelolaan Aset dan Keuangan PT GNE Bermasalah, Jaksa Tingkatkan Kasus ke Penyidikan
Kondisi itu tentu membuat masa depan Ter Stegen di bawah mistar Blaugrana semakin dipertanyakan. Meski begitu, penjaga gawang 33 tahun itu menolak angkat kaki.
"Musim depan aku akan tetap bermain untuk Barca," tegasnya awal Juli lalu, dikutip dari Diario AS.
Namun, dua klub top Eropa, AS Monaco dan Galatasaray, sudah memantau situasi sang kiper.
Baca Juga: Song Hye Kyo Ungkapkan Hubungan Tak Terduga dengan Seorang Konglomerat
Galatasaray bahkan mendesak Barca untuk melepas atau meminjamkan Ter Stegen, demi memberi ruang pada struktur gaji Barca yang masih ketat.
Analis Marca, Albert Fernandez, menyarankan Ter Stegen segera mencari klub baru agar peluangnya membela Jerman di Piala Dunia 2026 tetap terbuka.
"Dia sebaiknya pergi demi mempertahankan tempatnya di timnas," ujar Fernandez.
Joan Garcia yang masih berusia 24 tahun dinilai sebagai solusi jangka panjang Barca. Selain refleks yang dianggap lebih cepat dari Ter Stegen, Joan juga piawai memainkan bola dari belakang—gaya yang identik dengan Barca. "Sudah saatnya Joan Garcia merasakan atmosfer pertandingan besar dan Barca bisa memberikan itu," tambah eks kiper Barca, Victor Valdes.
Dengan banderol EUR 25 juta (sekitar Rp 474 miliar), Joan diyakini menjadi investasi masa depan Blaugrana. Jika benar Ter Stegen dilepas, tongkat estafet penjaga gawang utama tampaknya sudah berpindah tangan. (ren/dns)
Editor : Marthadi