LombokPost - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI) NTB punya target besar di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Teqball 2025 yang berlangsung di Jakarta. Mereka membidik medali di ajang bergengsi teqball nasional itu.
"Kita turunkan dua atlet putra. Mereka turun di nomor tunggal dan ganda," ujar ManajerTim Teqball NTB, Budiono.
Budiono menjelaskan, dua atlet putra yang akan mewakili NTB di Kejurnas Teqball 2025 adalah Muhamad Zwar dan Syidarrahman. Keduanya akan berlaga di nomor tunggal putra dan ganda putra. "Kita targetkan bisa dapat medali dari kejurnas ini," tegasnya
Ia menambahkan, teqball baru saja mengikuti ekshibisi PON XXI Aceh-Sumut 2024, dan untuk event dunia, teqball Indonesia sudah ikut sejumlah kejuaraan dan kini berada di peringkat 30-an. "Ini berkat kerja keras PP POTSI yang dipimpin Jovinus Carolus Legawa dengan jajaran pengurusnya," pujinya.
Apresiasi terhadap perkembangan teqball di Indonesia juga datang dari Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, H.E. Lilla Karsay. Hungaria sendiri adalah negara asal cabor teqball ini.
"Sangat penting bahwa Hungaria mendukung masyarakat di seluruh dunia yang berminat untuk bermain teqball, karena kami sangat bangga dengan olahraga ini," katanya.
Menurut Lilla, Indonesia memang masih baru dalam olahraga teqball, namun pihaknya sangat senang melihat sejauh mana perkembangan yang sudah dicapai.
"Saya pikir ini memiliki potensi yang besar. Melihat hasilnya, Indonesia semakin berkembang di pertandingan internasional," imbuhnya, menegaskan potensi global teqball Indonesia.
Kejurnas Teqball 2025 diharapkan menjadi momen penting dalam peta olahraga nasional, dengan melibatkan 71 peserta termasuk ofisial.
"Ada 70 atlet yang hadir dari 11 provinsi. Mereka akan kita seleksi untuk persiapan mengikuti Asian Youth Game di Bahrain dan juga di SEA Games di Thailand 2025," kata Ketua PP POTSI, Jovinus Carolus Legawa.
Ajang ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian bagi atlet teqball dari NTB, tetapi juga seleksi penting untuk membawa nama Indonesia ke kancah internasional.
Editor : Pujo Nugroho