Kemenangan ini jadi sinyal positif bagi Manchester United jelang musim kompetisi. Dua nama jadi sorotan utama Amorim: Rasmus Hojlund dan Patrick Dorgu, yang tampil ciamik mencetak gol.
"Sungguh, saya senang. Saya pikir intensitasnya ada. Mereka sangat fokus dalam pertandingan. Mereka sangat fokus dalam latihan. Mereka saling menjalin ikatan," ujar Ruben Amorim setelah pertandingandilansir TribalFootball.
"Jadi, ini adalah ujian yang baik. Kami mengontrol Evanilson dan (Antoine) Semenyo dengan baik, dan itu sangat penting. Kami menekan tinggi. Saya pikir kami memperbaiki cara kami menguasai bola. Tidak secepat saat melawan West Ham, jadi para pemain mendengarkan semuanya dan mereka berusaha," sambung Ruben Amorim .
Gol-gol Manchester United dicetak oleh Rasmus Hojlund dan Patrick Dorgu di babak pertama, disusul Amad Diallo dan Ethan Williams setelah jeda. Bournemouth hanya mampu membalas lewat gol bunuh diri Matthijs de Ligt.
Performa Apik di Lini Depan dan Belakang
Amorim juga menyoroti peningkatan performa tim secara keseluruhan.
"Ini sangat penting karena pertama-tama, semua orang harus siap. Kemudian saya pikir kami memperbaiki aspek fisik dalam permainan. Kami lebih kompetitif. Itu sangat penting dan kami banyak menderita musim lalu. Kami mengalami beberapa masalah dalam bertahan di sudut, tapi kami menyerang dengan sangat baik. Jadi kami masih banyak yang harus diperbaiki, tapi rasanya bagus melihat tim bermain seperti ini." tambahnya.
Sorotan khusus diberikan kepada Rasmus Hojlund.
"Bagi saya, ini lebih dari sekadar gol. Bagi dia, gol lebih penting, dan bagi para penggemar mungkin gol lebih penting. Kami membutuhkan gol. Tapi cara dia menghubungkan permainan saat ini, cara dia berjuang untuk bola, terkadang kami tertekan, kami bisa menendang bola dan dia menghubungkannya. Itu sangat penting bagi kami untuk bermain lebih baik. Jadi dia melakukan pekerjaan yang sangat baik," puji Amorim tentang Hojlund.
Tak hanya Hojlund, Patrick Dorgu yang masih berusia 20 tahun juga panen pujian.
"Itu mengesankan. Dia berusia 20 tahun. Dia semakin terlihat seperti dia pantas berada di Manchester United, dan itu sulit dilakukan pada usia 20 tahun, tapi dia sangat kuat, dia mengembangkan tekniknya dalam permainannya, dia bertahan dengan baik, dia menekan dengan baik. Jadi saya benar-benar terkesan dengan Patrick," tambah Ruben Amorim.
Editor : Redaksi Lombok Post